Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADAAN 'dana apresiasi' kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli dan tim BPK lainnya sudah diniatkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Bahkan, Sekjen Kemndes PDTT Anwar Sanusi pun dianggap mengetahui hal itu.
Dalam persidangan untuk terdakwa Ali Sadli, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membuka rekaman percakapan dalam aplikasi berbagi pesan Whatsaap antara manta Irjen Kemendes PDTT Sugito dengan Anwar Sanusi tertanggal 24 April 2017. Dalam pesan tersebut Sugito menulis 'Pak Ali dan Tim BPK pantas kita apresiasi. Mereka mati-matian mempertahankan di depan TIM LKPP bahwa Kemendesa WTP. Khususnya Gus Anam dan Ketua Tim Pak Andi.
Atas pesan tersebut, Anwar hanya membalas 'Leres Pak'.
Jaksa lantas menanyakan makna apresiasi yang dipahami oleh Anwar. Meskipun demikian Anwar tidak menjawab dengan tegas. "Ya saya pahami kalau itu artinya terima kasih untuk bimbingannya," ucap Anwar.
Jaksa Ali pun memperjelas pertanyaannya. "Bukan maksudnya untuk memberikan sesuatu?" tanya Jaksa Ali. Meskipun demikian, Anwar mengaku tidak paham. "Terima kasih yang saya paham, ya, terima kasih yang betul-betul terima kasih," terang dia.
Tak berapa lama, Jaksa membuka kembali percakapan lainnya antara Sugito dan Anwar, isinya Sugito menanyakan apakah Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jendral Kemendes PDTT Ekatmawati dapat menanggulangi untuk bagian Rochmadi. Sempat mengelak, Anwar akhirnya mengakui jika yang dimaksud Sugito adalah uang.
"Kalau yang saya lihat dari situ ya artinya kalimat talangan untuk uang," ucap dia.
Dalam percakapan tersebut pun Sugito menuliskan 'Kalau gak bawa kurang permono'.
"Saudara tahu apa artinya kurang permono?" tanya Jaksa Ali.
"(Artinya) kurang pantas, sepertinya," jawab Anwar. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved