Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Presiden:Persaudaraan Kunci Hadapi Tantangan Bangsa

Rudy Polycarpus
26/10/2017 19:47
Presiden:Persaudaraan Kunci Hadapi Tantangan Bangsa
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama dan antarelemen bangsa sebagai fondasi menghadapi beragam tantangan bangsa.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam peresmian Rakernas Walubi di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/10).

"Saya ingat salah satu nilai yang diajarkan Budha adalah Metta, pengembangan cinta kasih untuk diri sendiri, orang lain, dan bahkan untuk semua makhluk. Sekali lagi, Metta adalah fondasi dalam membangun rasa persaudaraan, persahabatan, dan pengorbanan," ujarnya.

Jokowi tampak mengenakan batik corak hijau dan hitam. Ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto mendampingi Presiden. Presiden meyakini semangat metta dapat diimplementasikan sebagai fondasi untuk membangun rasa persaudaraan serta persahabatan.

Jokowi yakin Walubi sebagai salah satu perhimpunan umat beragama di Tanah Air dapat menjaga keharmonisan dan persatuan.

Apalagi, kata dia, ajaran umat Budha memberikan fondasi yang kuat mengenai cinta kasih antarumat beragama dan persaudaraan di Indonesia.

Kepala Negara mengapresiasi Walubi yang kerap menggalang bantuan bagi warga dan umat lain. Ia menilai semangat persaudaraan seperti itu akan dijadikan pemerintah mengangkat martabat seluruh rakyat.

"Agar rakyat merdeka dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Kami berupaya mengecilkan angka ketimpangan antardaerah. Infrastruktur tidak lagi jawasentris, tapi indonesiasentris untuk mengurangi kesenjangan sosial," tandasnya.

Jokowi menyebut negara Indonesia beragam dengan 17 ribu pulau, 714 suku dan 1.100 bahasa. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar jangan sampai terpecah belah karena perbedaan suku bangsa.

"Saya pernah terbang dari Aceh ke Wamena. Berapa jam? 9 jam 15 menit, betapa bentangan negara kita sangat panjang. Kalau diukur bisa dari London sampai Istanbul. Ini yang sering tidak kita sadari. Ingatlah kita sebagai bangsa telah membuktikan Indonesia berbineka, mari maju bersama meraih kemajuan yang ada,"' tandas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Mengakhiri sambutannya, Presiden berharap Rakernas Walubi dapat melahirkan rumusan program-program kerja yang dapat menguatkan rasa persaudaraan, persatuan bangsa, serta bersama pemerintah mengurangi kemiskinan, menekan ketimpangan, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Sementara, Ketua Dewan Pengawas Walubi, Murdaya Poo mengapresiasi pemerintah yang telah berani mengeluarkan Perppu Ormas. Walubi, jelas Murdaya, menganggap Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika adalah konsensus bersama yang tidak boleh diganti.

"Kami apresiasi begitu berani dan tegas dengan mengeluarkan Perppu Ormas," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya