Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tim Pembangunan RS Indonesia Kembali ke Myanmar

MICOM
24/10/2017 15:43
Tim Pembangunan RS Indonesia Kembali ke Myanmar
((AP Photo/Dar Yasin))

TIM Pembangunan Rumah Sakit Indonesia kembali ke Myanmar pada Senin (23/10) kemarin untuk melanjutkan proyek kemanusiaan tersebut setelah dua pekan menunggu izin dari Kementerian Luar Negeri Myanmar.

"Tim akan melakukan pengukuran dan penentuan titik-titik bangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar bersama dengan kontraktor lokal pemenang tender," kata Ketua Divisi Konstruksi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Idrus M Alatas melalui siaran pers, di Jakarta, Selasa (24/10).

Idrus berharap setelah pengukuran tersebut, kontraktor lokal pemenang tender, yaitu Rakhita Ah Linn, bisa segera memulai pembangunan tahap kedua yang meliputi pembangunan rumah dokter dan perawat.

Selain mempersiapkan pembangunan tahap kedua, tim juga akan mulai melakukan pratender untuk pembangunan tahap ketiga, yaitu pembangunan bangunan utama Rumah Sakit Indonesia, yang akan diikuti beberapa kontraktor lokal.

"Kami berharap setelah pembangunan rumah dokter dan perawat selesai bisa segera dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama rumah sakit," tutur Idrus.

Tim yang berangkat pada Senin (23/10) adalah Idrus dan relawan Rizal Syarifuddin. Mereka bertolak ke Yangon dan direncanakan pada Selasa akan terbang ke Sittwe, ibu kota Rakhine State, menggunakan maskapai lokal.

Dari Sittwe, tim akan melanjutkan perjalanan darat ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar di Muaung Bwe, Mrauk U dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.

Tim baru mendapatkan izin dari Kementerian Luar Negeri Myanmar setelah menunggu dua pekan karena situasi di Rakhine State yang memanas pada akhir Agustus 2017.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak mendirikan RS Indonesia di Gaza, Palestina.

Misi pertama MER-C di wilayah konflik Rohingya di Myanmar dimulai pada 2012 dan dilanjutkan dengan pemilihan lokasi di Mrauk U pada Agustus 2015. Saat itu, tim langsung melakukan pembelian dan pembebasan lahan milik negara
Myanmar.

Pada Mei 2017, setelah sempat tertunda selama dua tahun, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar resmi dimulai setelah mendapat dukungan dari Ketua Umum Palang Merah Indonsia (PMI) Jusuf Kalla dalam bentuk program
kerja sama MER-C dengan PMI.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya