Jambore Kebangsaan Tonggak Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Golda Eksa
23/10/2017 21:23
(istimewa)
JAMBORE Kebangsaan yang digagas oleh sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan diharapkan dapat menjadi tonggak pemersatu serta membangkitkan semangat nasionalisme. Generasi muda pun wajib bergerak demi mengatasi kesenjangan yang selama ini terjadi.
Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, menjelaskan kegiatan para aktivis yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus itu murni didasari pemikiran para generasi muda, khususnya terkait fenomena intoleransi, anti-NKRI, dan sejumlah hal yang berpotensi memecah belah NKRI.
"Nah, ini kita lakukan untuk menjawab tantangan itu. Generasi muda akan menjadi pemimpin di negara ini, maka semangat nasionalisme harus dijaga. Kita harus yakin bahwa Indonesia tidak terpecah belah," ujar Mulyadi dalam konferensi pers Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, di Jakarta, Senin (23/10).
Semangat generasi muda, terang Mulyadi, sangat dibutuhkan untuk membangkitkan nasionalisme. Dengan demikian, generasi muda pun sejatinya dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perkembangan bangsa dan negara.
Jambore Kebangsaan yang rencananya digelar di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Jawa Barat, pada 24-29 Oktober 2017, diyakini akan menjadi tonggak lahirnya gerakan mahasiswa dan pemuda untuk berjuang mengokohkan peraturan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Senada disampaikan Ketua Pelaksana Jambore Kebangsaan Agus Harta. Menurutnya, energi pemuda seharusnya disalurkan melalui pelbagai kegiatan positif dan kontributif bagi kemajuan bangsa. Pemuda juga diingatkan agar senantiasa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap NKRI. Konsep kegiatan ini dikemas lebih modern agar dapat menarik antuasiasme anak muda di negeri ini," ujarnya.
Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako, berharap kegiatan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha dapat dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Kehadiran Kepala Negara dinilai akan memecut semangat generasi muda dalam upaya menumbuhkan nasionalisme.
Jambore itu sendiri akan dihadiri oleh para pembicara maupun tokoh penting baik jajaran pemerintah, negarawan maupun pengusaha. Diantaranya Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), Tito Karnavian (Kapolri), Tjahjo Kumolo (Mendagri), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Bahlil Lahadalia (Ketua BPP HIPMI) dan Yudi Latief (Ketua UKP Pancasila).
Kemudian tidak ketinggalan, Ignatius Johan (Menteri ESDM), Imam Nahrawi (Menpora), Achmad Baiquni (Dirut BNI), Kartiko Wirjoatmodjo (Dirut Mandiri), George Hendrata (CEO Blibli.com), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Arif Budimanta (Wakil Ketua KEIN), para tokoh Cipayung seperti Bursah Zanubi, Muhammad Yamin, Theo L. Sambuaga, H. Azis Syamsuddin, dan lain-lain.
Para pembicara akan berbagi ilmu dan memberikan inspirasi seputar isu kebangsaan dan kewirausahaan. Sebab, gerakan kewirausahaan nasional merupakan isu strategis pembangunan nasional saat ini. Terlebih untuk mempersiapkan para mahasiswa dan pemuda agar siap dalam menghadapi persaingan global.
Jambore mahasiswa-pemuda merupakan kerja bersama dari 15 organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan. Diantaranya PB HMI, PP KAMMI, PP HIMA PERSISI, PP GMKI, PP PMKRI, PB PMII, PP KMHDI, Presidium GMNI, PP GPII, Presidum Hikmahbudhi, PP HIMMAH Al-Washliyah, PB SEMMI, PB Pemuda Muslimin, PP IPTI, dan PP GEMA (Mathla'ul Anwar). Jambore itu sendiri ditargetkan akan diikuti 5.000 Peserta dari seluruh Indonesia. (OL-1l)