Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI politik belum berjalan dan melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik. Hal ini disesalkan karena seharusnya setelah Indonesia menjalankan pemerintahan secara berdaulat sejak 72 tahun silam bisa mendorong fungsi parpol bisa lebih baik.
"Parpol adalah pilar demokrasi yang penting sekali. Ini belum berjalan dengan baik, jalan ditempat," kata cendikiawan Syafii Maarif dalam seminar Bisikan dari Yogya yang digelar di DIY, Sabtu (21/10) petang. Partai politiklah yang banyak menghasilkan para politisi.
Sangat penting menghasilkan politisi yang berkebudayaan atau politisi yang punya martabat, harga diri, dan cara berfikir yang jernih. Namun, yang banyak merusak Indonesia, kata Buya, adalah politisi. "Belum ada pendidikan politik yang bisa mengangkat politisi jadi negarawan," kata mantan PP Muhammadiyah ini.
Padahal, yang dibutuhkan negara ini adalah negarawan yang tidak hanya negarawan yang berteori, tetapi juga negarawan yang petarung, yang mau turun ke bawah.
Terkait revolusi mental, kata dia, paling tidak sudah menjadi wancana. Reformasi mental termasuk di dalamnya ada reformasi birokrasi yang saat ini dinilai masih di permukaan
"Mental kita sebagai bangsa bukan mental manusia merdeka, tapi mental manusia terjajah. Mentalitas yang meminta-minta, yang bukan menjadi pengusaha. Mentalitas yang menjadi alat dari para pengusaha. Itu menurut saya belum banyak berubah dari mental bangsa ini. Ini yang harus kita ubah," kata Buya.
Menurut Buya, terlalu lama rakyat hidup dalam sebagai orang yang tidak punya inisiatif, menunggu perintah dari atas, dan harus diawasi. Menanggapi sosok Jokowi, Buya menilai, Jokowi sebagai sosok seorang Presiden yang mau turun ke bawah. Jokowi dinilai sebagai seorang Presiden yang memantau setiap proyek secara detil. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved