Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Dalam Negeri mendata sekitar satu juta penduduk masih memiliki data kependudukan (KTP) ganda. Data ganda tersebut menurut Mendagri Tjahjo rentan disalahgunakan karena memiliki alamat yang berbeda. Dia mencontohkan hal tersebut terjadi pada Siti Aisyah yang diduga terlibat perencanaan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jung Un, di Malaysia beberapa waktu lalu.
"Harus jujur kalau sudah punya KTP-e. Contoh wanita yang sedang sidang di Malaysia (Siti Aisyah) dia punya niat tidak baik. Sudah punya KTP-e Tangerang buat lagi di Jakarta," cetusnya
Selain itu ketidakteraturan data penduduk tersebut disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang sering berpindah, serta tidak melapor kepada pejabat lingkungan tempat dia menetap sebelumnya.
"Itu yang membuat lama prosesnya. Karena saat diajukan permohonan KTP elektronik petugas harus memeriksa dulu datanya. Karena ini menyangkut kerahasiaan negara," ujarnya
Terkait pencetakan KTP elekronik politisi PDI Perjuangan ini menuturkan untuk peran aktif pemerintah daerah meminta blanko ke Kemendagri. "Daerah harus proaktif. Kalau memang habis, ambil di pusat," imbuhnya .
Rencananya Kemendagri juga akan membuka stan pelayanan pencetakan KTP di setiap acara akhir pekan. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengambil hak identitasnya sebagai warga negara.
"Kami buka 24 jam. Nanti akan dibuka di mal, di acara yang dapat pengunjung. Misal, hari Minggu kami buka di Ancol, Ragunan, untuk memudahkan masyarakat. Kalau dapatnya lama itu karena datanya ganda," tandasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved