Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

RI Dorong Penguatan Ekonomi Negara D-8

MI
21/10/2017 07:18
RI Dorong Penguatan Ekonomi Negara D-8
(8: Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 Kelompok Delapan Negara Berkembang (D-8) di Istanbul, Turki, Jumat (20/10)---ANTARA/HANDOUT/SETWAPRES)

INDONESIA mengusulkan tiga hal penting untuk memperkuat kerja sama yang akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan negara-negara anggota kelompok Developing Eight (D-8).

Usulan Indonesia itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan para pemimpin KTT D-8 di Istanbul, Turki, ­kemarin (Jumat, 20/10).

Ketiga usulan itu ialah, pertama membangun kerja sama yang lebih kuat antara D-8 dan sektor swasta. Hal itu dipandang penting mengingat ada keterkaitan kuat antara perekonomian dan sektor swasta.

Melalui kerja sama pemerintah dengan swasta, menurut JK, akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan memperkuat kapasitas dari sektor swasta sendiri. Karena itulah, JK mengusulkan untuk mengadakan forum bisnis di D-8 secara teratur.

Yang kedua ialah memperkuat kerja sama sektor maritim sebagai sektor yang penting bagi perdagangan. Untuk itu, D-8 perlu mempromosikan dan meningkatan kolaborasi di bidang kerja sama maritim.

Yang ketiga ialah Wapres JK mengusulkan agar D-8 mempromosikan pula kerja sama selatan-selatan guna mengembangkan peluang ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut JK juga mengingatkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia hanya akan tercapai bila perdamaian dan keamanan hadir.

“Perdamaian syarat untuk pembangunan dan perdamaian hanya akan berkelanjutan dengan pembangunan,” kata JK.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dalam pidatonya pada Pertemuan Tingkat Menteri Ke-17 Kelompok Negara D-8 mengatakan bahwa D-8 harus berkontribusi secara nyata untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita harus terus membuat organisasi D-8 tetap menjadi sebuah platform ekonomi yang relevan, memastikan agar dapat berkontribusi secara nyata kepada kese-jahteraan rakyat,” kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, kemarin.

Pertemuan tingkat menteri organisasi D-8 itu berlangsung di Istanbul, Turki. Pada pertemuan itu Menlu RI menyampaikan bahwa capaian kerja sama D-8 saat ini masih belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dan kesempatan yang ada.

Pertemuan D-8 dihadiri delapan anggota, yaitu Turki, Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Iran, Malaysia, Nigeria, dan Mesir. Dalam KTT itu juga hadir dua negara nonanggota, yakni Azerbaizan dan Guinea, serta tujuh organisasi, yaitu UNIDO, OCI, IDB, IRCICA, ECO, SESRIC, dan BSEC. (Ant/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya