Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Susahnya Ingin Jadi Warga Negara Indonesia

MI
21/10/2017 06:52
Susahnya Ingin Jadi Warga Negara Indonesia
(Warga antre melakukan pendaftaran perekaman data KTP elektronik di stan Dukcapil DKI Jakarta di area Teater Keong Emas, TMII, Jakarta, Jumat (20/10).---MI/Adam Dwi)

SINAR matahari belum sepenggala. Namun, antrean pemohon sudah mengular memenuhi area Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin (Jumat, 20/10).

Mereka datang bersama anak-anak, pasangan, bahkan rombongan keluarga. Tidak untuk menonton hiburan, tetapi untuk mencetak Kartu Penduduk Elektronik (KTP-E). Mereka datang lantaran sudah bosan mendengar alasan pihak kelurahan yang terus menerus mengaku kehabisan blanko.

Kementerian Dalam Negeri berinisiatif memberi kesempatan warga yang belum memiliki KTP-E untuk mendapatkannya hanya dalam dua hari.

“Sudah dari pagi antre ternyata E-KTP baru bisa diambil besok. Mana bayar pula masuk TMII ini. Jangan-jangan TMII ini kerja sama dengan Kemendagri buat cari untung,” ujar Lukman, 29, warga asal Ciracas, Jakarta Timur.

Memang betul, untuk bisa mengakses ke Teater Keong Emas, warga harus membayar biaya masuk individu dan kendaraan. Satu orang dikenai biaya Rp10.000, untuk motor dikenai biaya Rp6.000 dan untuk mobil berbiaya Rp10.000. Akumulasi angka itu pun harus dikali dua karena warga harus kembali lagi keesokan harinya bila sudah menyerahkan berkas.

Prosedur untuk mendapatkan KTP-E, pemohon harus menyerahkan fotokopi kartu keluarga (KK) dan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan yang bersangkutan sudah melakukan perekaman.

Makin siang pemburu KTP-E kian membludak. Salah seorang warga memperlihatkan nomor urut ke-1.428 di lokasi. Pihak Kemendagri pun kewalahan. “Kalau sudah begini baru berasa susahnya jadi warga negara Indonesia,” ucap Erlin, 25, warga Tangerang Selatan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri

Zudan Arif Fakhrullah saat dihubungi mengatakan, sebetulnya penyediaan stan untuk memberikan layanan perekaman. Namun, warga yang datang untuk merekam ternyata sedikit. “Kebanyakan warga datang membawa surat keterangan dan ingin mencetak KTP-E,” katanya.

Menjelang sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB antrean mengular sudah tidak tampak lagi.

Panitia pun satu per satu menyebut nama warga yang KTP-E sudah bisa diambil. Mereka yang mengambil cetakan KTP-E kemarin ialah mereka yang menyerahkan berkas sehari sebelumnya. (Aya/Nur/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya