Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENHAN Ryamizard Ryacudu mengingatkan pengungsi Rohingya bisa masuk ke jaringan Islamic State (IS) jika tidak ditangani dengan baik. Namun, Ryamirzard belum melihat adanya indikasi pengungsi Rohingya untuk bergabung dengan kelompok IS di Filipina Selatan.
Namun, perlu diantisipasi agar warga Rohingya tidak bergabung dengan kelompok teroris. “Orang lagi bingung, ke sana enggak diterima, ke sini enggak diterima. Akan lari ke sana (IS) pasti. Logikanya kan begitu,” kata mantan KSAD ini.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dari permasalahan pengungsi Rohingya, Ryamizad akan membawa masalah itu ke pertemuan trilateral di Filipina. Saat ini negara Asia Tenggara sedang menghadapi dua isu besar dalam bidang pertahanan, yaitu IS di Filipina Selatan dan pengungsi Rohingya.
“Maka tadi saya minta nanti tanggal 20 Oktober kita bicara di Filipina. Ngapain kita ngomong banyak, tetapi cuma ngalor ngidul, poin yang penting saja,” ucapnya.
Terkait pelaksanaan patroli udara tiga negara (trilateral) antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, patroli trilateral tidak hanya dilakukan di laut dan di udara, melainkan juga akan dilakukan di darat.
“Patroli laut sudah dilakukan, patroli udara juga sudah dilakukan di Malaysia. Nanti, juga akan dilakukan patroli darat. Ini dilakukan agar kelompok IS tidak masuk ke wilayah tiga negara tersebut,” kata Menhan.
Terkait dengan tragedi kemanusian di Rohingnya itu pula, Menhan kemarin bertemu dengan Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Ngo Xuan Lich di Kantor Kemenhan, Jakarta, kemarin.
Kedatangan Menteri Pertahanan Vietnam ke Indonesia ini merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya, pada Agustus 2016, Menteri Ryamizard berkunjung ke Vietnam. Menurut Menhan, ancaman lain di bidang pertahanan kawasan ialah separatisme, bencana alam, wabah penyakit, narkoba, dan siber. Sejauh ini tidak ada satu negara pun yang dapat menganalisis ancaman nyata tersebut secara mandiri. Karena itu, perlu kerja sama antarnegara di kawasan.
Beberapa poin yang dibahas antara lain kegiatan forum dialog strategis pertahanan dan angkatan bersenjata, kerja sama bidang pendidikan dan Iatihan, termasuk kerja sama peace-keeping operation dan di bidang industri pertahanan.
Sejauh ini baru bidang pendidikan yang sudah terealisasikan, yakni pertukaran anggota militer kedua negara. “Indonesia dan Vietnam memiliki peran penting dan strategis bagi perdamaian dan kesejahteraan di kawasan kedua negara. Hingga saat ini telah terealisasi kerja sama pertahanan di bidang pendidikan.’’ (Pol/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved