Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BNN Tuding Malaysia Tidak Berkomitmen Cegah Penyelundupan Narkoba ke Indonesia

MICOM
06/10/2017 22:18
BNN Tuding Malaysia Tidak Berkomitmen Cegah Penyelundupan Narkoba ke Indonesia
(ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

INDONESIA, dalam hal ini Badan narkotika Nasional (BNN) menyatakan keprihatinannya atas ketidakmampuan Malaysia dan kurangnya komitmen untuk membantu melawan narkoba di Indonesia. Hal itu dibuktikan masih maraknya transaksi narkoba di kawasan ASEAN, terutama Indonesia yang diselundupkan dari wilayah Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari di Pekanbaru, Jumat (6/10), mengatakan, pihaknya sudah mengeluhkan terkait banjirnya narkoba dari Malaysia ke Indonesia kepada pemerintah Negeri Jiran itu dalam banyak kesempatan.

"Kesimpulan saya adalah petugas mereka mungkin tidak cukup mampu atau berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, bersama dengan anggota ASEAN lainnya. Ini catatan saya," kata Arman, saat mengungkap penyelundupan methamphetamine 25 kilogram dan 25.000 pil ekstasi di Riau.

Menurut Arman kasus di Riau tersebut melibatkan jaringan internasional, seperti temuan bukti barang haram itu berasal dari Malaysia. Narkoba itu lantas didistribusikan ke Indonesia melalui Aceh dan Sumatra Utara dan ditangkap di Riau. Dia mengatakan bahwa jaringan tersebut melintasi Selat Malaka dari Malaysia ke Jakarta, karena tidak ada pengawasan yang hadir di sana, seperti patroli di perairan internasional, hingga para penyelundup leluasa mendistribusikan narkobanya.

"Sebuah kapal berlayar dari sana ke koordinat tertentu, dan sebuah kapal lain bergerak dari sini ke koordinat yang sama, sebelum mereka memindahkan barang di laut. Itulah modus operandi, "katanya. Akibatnya, obat-obatan narkotika dari Malaysia telah membanjiri Indonesia Melalui Kalimantan dan Sumatra.

Arman menjelaskan bahwa obat-obatan itu tampak sama namun sudah dikemas berbeda dari yang telah disita. Dalam beberapa kasus penyelundupan sejauh ini misal satu ton, 300kg dan 174 kg metamfetamin yang terlihat seperti bubuk teh.

Dia menegaskan bahwa BNN telah meningkatkan pengawasan dengan melibatkan pihak lain agensi, termasuk kepolisian dan agen bea cukai, terutama di Indonesia di perairan timur Sumatra, yang terbuka dan rawan penyelundupan.

"Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kami sekarang telah mendirikan Pelabuhan Interdiksi dan tindakan pencegahan yang diambil di pelabuhan dan wilayah pesisir di Indonesia pulau terpencil dan terluar, "ungkapnya.

Dalam operasinya baru-baru ini BNN telah mengamankan 25 kg pil ekstasi selama penggerebekan di kecamatan Kandis, Siak, di provinsi Riau.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya