Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKTA menarik terkuak saat sidang lanjutan kasus korupsi KTP-E di Peng-adilan Tipikor, Jakarta, kemarin (Jumat, 29/9). Salah satunya ialah Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos disebut telah menyediakan uang Rp1 triliun hingga Rp2 triliun saat proyek pengadaan KTP-E mulai dibahas antara Kementerian Dalam Negeri dan DPR.
Hal itu dikatakan Johanes Richard Tanjaya alias Johanes Tan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Johanes bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Johanes juga salah satu anggota tim yang ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan KTP-E. Johanes dan para pengusaha lainnya berkumpul dan menyiapkan teknis pengadaan KTP-E di ruko di Fatmawati, Jakarta Selatan.
Johanes mengatakan saat berada di ruko Fatmawati, ia diberi tahu Vidi Gunawan, adik Andi Narogong, bahwa Paulus akan menjadi salah satu anggota konsorsium KTP-E. “Vidi bilang ini Pak yang akan sediakan Rp1 triliun-Rp2 triliun. Terus terang, kami tidak tahu, saya juga bingung kok siapkan dana Rp1 triliun-Rp2 triliun, buat apa?” Kata Johanes.
Ketua Majelis Hakim Jhon Ha-lasan Butarbutar sempat menanyakan kepentingan menyiapkan uang sebanyak itu. Sebab, keseluruhan proyek KTP-E dibiayai pemerintah melalui APBN.
Jhon sempat bertanya, apakah uang itu untuk menyuap penyelenggara negara. Namun, Johanes membantahnya. “Saya tidak melihat sampai situ. Mungkin mereka lihat proyeknya besar dan butuh DP (uang muka) untuk bayar principal,” ujar Johanes.
Dalam persidangan itu juga, saksi lainnya, yakni mantan ajudan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, yakni Raziras Rahmadila juga dimintai keterangan. Salah satunya terkait pertemuan dengan terdakwa Andi Narogong.
Raziras mengatakan bertemu Andi lantaran menemani Diah. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah restoran kawasan Senayan, Peacock.
Tidak hanya Andi yang dilihat Rizaras. Terdapat politikus Partai Golkar Chairuman Harahap juga hadir dalam pertemuan tersebut. “Pak Chairuman kami melihat,” tambah dia.
Hadir dalam pertemuan itu, Irman, Sugiharto, Chairuman Harahap, dan Johannes Marliem. Akan tetapi, dalam persidangan sebelumnya, Chairuman bantah menghadiri pertemuan di restoran Peacock, Senayan. (Dro/Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved