Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Gerindra Bantah Ada Sangkut Paut dengan GMPPS

Astri Novaria/Sri Utami
19/9/2017 17:32
Gerindra Bantah Ada Sangkut Paut dengan GMPPS
(ANTARA)

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad memprotes pernyataan Kasubdit Direktorat TIndak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar yang menyebut Gerakan Merah Putih Prabowo Subianto (GMPPS) ada kaitannya dengan kelompok saracen.

"Kami protes keras dengan pernyataan tersebut yang seolah menyudutkan Pak Prabowo. Seharusnya pernyataan itu diiringi dengan statement meskipun membawa nama Prabowo tapi belum tentu organisasi itu ada sangkut paut dengan Prabowo," ujar Dasco, saat dikonfirmasi Media Indonesia, Selasa (19/9).

Menurutnya, pejabat Polri perlu menahan diri untuk tidak menyampaikan sesuatu yang masih dalam proses hukum apalagi hal itu menyangkut nama seseorang.

"Mungkin juga ada orang memberi nama seperti itu secara sepihak seperti halnya banyak juga orang menamakan organisasinya pendukung tokoh-tokoh lain. Tapi yang jelas kami tidak ada sangkut pautnya dengan mereka," pungkasnya.

Sementara polisi sudah mengamankan empat tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen. Empat tersangka tersebut adalah MFT, SRN, JAS dan MAH.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.
Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri terus menelusuri pendana dan penggerak dari kelompok ujaran kebencian berkonten SARA. Kelompok saracen hanya salah satu dari beberapa kelompok serupa yang sengaja dikelola dan didanai oleh kelompok besar yaitu Merah Putih Praowo Subianto (MPPS).

Diduga MPPS dikendalikan oleh politisi partai untuk mengelola beberapa kelompok ujaran kebencian yang saling terhubung. Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menjelaskan kelompok yang dikelola sekitar lima tahun lalu itu saling terhubung.

"Ada beberapa kelompok lagi dari dari semua kelompok ini berpusat ke satu kelompok di atasnya. Tapi sesama kelompok seperti saracen ada ruang yang menghubungkannya," ujarnya

Dia mencontohkan Asma Dewi yang terhubung dengan kelompok saracen terutama dengan Jasriadi. Asma Dewi termasuk dalam salah satu kelompok alumni 212 yang juga dikelola oleh kelompok MPPS. Hubungan keduanya diketahui dari bukti transaksi keuangan senilai Rp75 juta untuk menggunakan jasa saracen. "Dari analisis dan pemeriksaan yang dilakukan itu nanti akan ketahuan," imbuhnya, Senin (18/9).(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya