Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengguna Jasa Saracen Simpatisan Parpol

17/9/2017 06:45
Pengguna Jasa Saracen Simpatisan Parpol
()

PENYIDIK Direktorak Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus menelusuri motif sindikat penebar kebencian, Saracen. Motif politik menjadi salah satu yang sedang diupayakan untuk diungkap.

Hal itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran di Jakarta, kemarin. ‘’Fokus kami tetap pada tindak pidananya,’’ ujarnya.

Menurut Fadil, tersangka Asma Dewi yang diduga menjadi pengguna jasa Saracen untuk menebar kebencian terhadap kelompok tertentu merupakan simpatisan partai politik. “Dia dijanjikan menjadi caleg di daerah pemilihan Gorontalo.’’

Fadil juga mengungkapkan pihaknya masih menelusuri aliran dana Rp75 juta dari Asma Dewi. Ia menjelaskan uang itu langsung ditransfer lagi ke beberapa rekening anggota Saracen. Penyidik masih menelusuri kepentingan politik apa di balik aliran dana itu.

Djuju Purwanto, pengacara Asma Dewi, menampik kliennya merupakan kader salah satu partai politik. “Bukan anggota partai. Beliau ibu rumah tangga biasa yang aktif kegiatan pengajian dan sosial keagamaan,” tuturnya.

Meski begitu, Djuju menyatakan Asma Dewi sempat menjadi simpatisan pasangan Anies Baswedan dan Sandiago Uno dalam pilkada DKI Jakarta lalu. ‘’Siapa pun bisa melakukan itu dan sah-sah saja,” imbuhnya. Djuju juga mengaku tak pernah mendengar kabar kliennya akan menjadi caleg dari Gorontalo.

Saracen ditengarai dipersiapkan untuk menghadapi tahun politik 2019. Penyidik telah memiliki transkrip percakapan anggota kelompok itu yang intinya mereka siap main untuk Pemilu 2019.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan kampanye hitam masih akan tetap digunakan dalam Pemilu serentak 2019 yang akan lebih banyak dilakukan melalui media sosial. “Kalau (di Pilpres 2014) Obor Rakyat dalam bentuk tabloid, besok (Pilpres 2019) di medsos. Itu justru lebih sulit lagi dikontrol dan diawasi.’’

Karena itu, Pangi menegaskan kepolisian harus mengusut tuntas siapa dalang di balik Saracen. Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding pun menekankan bahwa penyebar ujaran kebencian, fitnah, dan berita bohong seperti Saracen harus diusut tuntas. (Ars/Nur/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya