Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), di Malang, Jawa Timur, kemarin. OTT KPK yang keempat kalinya pada September ini menangkap Wali Kota Batu Malang, Eddy Rumpoko, beserta empat lainnya.
“Betul hari ini (Sabtu, 16/9) dilakukan OTT, untuk detailnya tunggu konferensi pers. Pihak-pihak yang diambil sedang diperiksa di Polda Jatim,” jelas Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat dikonfirmasi, kemarin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka yang tangkap tim penyidik KPK itu diduga melakukan praktik suap terkait sejumlah proyek di Batu Malang. Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah uang. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan pihaknya memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
“Sekitar lima orang diamankan, termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan. Sejumlah uang juga diamankan. Diduga pemberian terkait fee proyek di daerah setempat. Untuk informasi lebih lanjut KPK mengadakan konferensi pers Minggu (17/9),” ujar Basaria.
Sementara itu, hingga semalam KPK belum menggeledah rumah dinas Eddy Rumpoko. Rumah di Jalan Panglima Sudirman terlihat sepi dan tidak ada garis polisi atau tanda penyegelan pasca-OTT.Rencananya, Wali Kota Batu Eddy bakal membuka acara Jambore Komunitas Motor hari ini.
Terpisah, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya akan memecat Eddy dari keanggotaan PDIP. PDIP, lanjutnya, tidak akan memberi toleransi kepada kepala daerah kader partainya yang terjaring OTT KPK, termasuk Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. “PDIP tegas pada komitmen antikorupsi dan memberikan sanksi pemecatan pada tindakan yang memalukan,” pungkasnya. (Dro/Nov/BN/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved