Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN Pansus Hak Angket KPK kini tengah memasuki pembahanasan tahap akhir atau pembahasan rekomendasi. Menyikapi hal itu, DPP Partai NasDem menegaskan dukungannya terhadap sikap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan tidak akan membiarkan KPK diperlemah.
Sikap partai NasDem tersebut ditegaskan oleh Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate, di kantor DPP, Gondangdia, Jakarta Pusat dalam konferensi pers, Senin (11/9) . Ada beberapa poin sikap Partai NasDem terkait Pansus Hak Angket KPK.
"Partai NasDem juga mendukung Pansus Hak Angket KPK dalam menjalankan tugas-tugasnya memperkuat KPK," ujar Johnny. Dia menyatakan juga menyesalkan adanya polemik yang terjadi di masyarakat bahwa seakan-akan pansus dan KPK terjadi konflik. Padahal yang sesungguhnya tidak demikian.
Namun, pada kesempata itu Johnny juga melakukan otokritik terhadap beberapa anggota pansus yang ingin membekukan KPK. "Kita berharap pembahasan di pansus bersifat konstruktif dalam peneganakan hukum dan pemberantasan korupsi."
Yang jadi persoalan, imbuh Johnny, bukan pada kelembagaan namun persoalannya di KPK ialah masalah transparansi tentang tata kelolo, SDM dan prosedur pemberantasan korupsi yang selama ini dijalankan KPK.
"Kita berkeyakinan tidak ada orang dan lembaga manapun yang sempurna. Kewenangan harus dilihat secara objektif tanpa prasangka buruk seolah-olah parpol ingin mencari kesalahan KPK," ucapnya.(OL-3)
Dalam temuan pansus, ujar Johnny, tentu hal tersebut bisa digunakan untuk bahan evaluasi dan perbaikan bagi KPK agar permberantasan korupsi ke depan lebih baik lagi.
Sikap Partai NasDem terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini harus ada mekanisme penguatan terhadap KPK sehingga tidak ada praktek yang justru bertentangan dengan pemberantasan koripsi. "Partai NasDem ingin memastikan kerja-kerja KPK agar dilakukan cermat dan hati-hati sehingga tidak ada pelaku korupsi yang lolos, juga orang tersandra karena kasusnya dibiarkan bertahun tahun," ujarnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved