Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTUALISASI nilai-nilai Pancasila menjadi fokus peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) ke-21 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun ini. Dari hasil kajian melalui program yang dijalankan selama empat bulan itu akan diimplementasikan ke masyarakat.
Sekertaris Utama Lemhanas, Komisaris Jendral Arif Wachjunadi mengatakan, 81 peserta PPSA ke-21 ini sepakat untuk membuat empat produk dari hasil program yang dijalankan. Salah satunya nantinya akan dibuat modul untuk semua tingkatan sekolah serta perguruan tinggi. Modul itu, berkaitan dengan bagaimana pelajar bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
"Modul ini bukan berbicara lagi konsep tapi bisa langsung diimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu bisa langsung dirasakan dan dilaksanakan," kata Arif saat berkunjung ke kantor Media Grup didampingi perwakilan peserta PPSA ke-21 Lemhanas, Rabu (6/9)
Nantinya, modul itu akan disebar sekolah serta perguruan tinggi dengan bentuk berbeda sesuai tingkatannya. Diharapkan, melalui modul itu pendidikan karakter di sekolah dengan nilai Pancasila bisa dibentuk.
"Contoh nilai-nilai yang perlu dikembangkan lagi misalnya di sekolah jarang ditemukan upacara bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Nah itu akan diimplementasikan. Lalu bagaimana menulis atau orasi tentang Pancasila misalnya," ujarnya.
Selain modul, hal lain yang akan dilakukan yaitu, peserta akan membuat makalah dari hasil kajian yang selama program dilakukan. Lainnya, imbuh Arif pesera juga akan membuat buku tentang Pancasila. "Kami juga akan buat lagu yang nanti misalnya dinyanyanyikan syairnya bisa menyentuh tentang nilai Pancasil," ujarnya
Pada 16 November 2017 nanti, peserta PPSA 21 Lemhanas ini juga akan mengadakan Seminar Nasional dengan tema Peran Pancasila Dalam Memperkokoh NKRI.
Isu terorisme pun tak luput dari sorotan peserta PPSA 21 ini. Isu itu kerap dibahas melalui kajian-kajian yag dilakukan. Arif menjelaskan, dari kajian itu akan dibuat makalah dan diformulasikan yang nantinya dikirim ke Presiden sebagai masukan untuk pemerintah melawan terorisme.
"Itu rekomendasi masukan utuk pemerintah contohya apa program deradikalisasi, program early warning system, di mana masyarakat juga bisa terlibat melawan terorisme," ujarnya (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved