Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Politisi Gunakan Jasa Saracen

Sri Utami
06/9/2017 16:41
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Politisi Gunakan Jasa Saracen
(Dok saracen)

PENYIDIK Bareskrim Polri mengakui tengah mencari fakta hukum dugaan (menyelidiki) keterlibatan politisi atau anggota dewan yang menggunakan jasa kelompok Saracaen atau sejenisnya. Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul menerangkan pihaknya akan memeriksa siapa pun termasuk anggota dewan atau politisi yang terbukti terlibat penggunaan jasa ujaran kebencian berunsur sara termasuk yang mendanainya.

"Masih diselidiki semua. Semua akan diperiksa tanpa pandang bulu. Tapi untuk pemeriksaan itu harus kami temukan dulu fakta hukumnya," jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan, penyidik Bareskrim memerlukan ketelitian untuk memeroleh bukti dari berbagai data yang didapatkan dari tersangka. "Semua ada prosesnya yang harus sangat rinci diteliti jadi tidak bisa sembarangan," imbuhnya

Sementara itu menurut Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan timnya sedang melakukan digital forensik. Hal ini dilakukan untuk mengecek semua data yang akan menjadi barang bukti dan informasi uang menelusuri dan mengembangkan kasus tersebut.

"Dari barang yang disita itu kami lakukan uji forensik digital. Dan di sinilah memang kami butuh waktu lama dan ekstra hati-hati jangan sampai datanya rusak jika tidak kami akan kesulitan menelusuri siapa di balik kelompok ini," paparnya.

Menurut Irwan data yang sudah didapatkan terbagi menjadi empat bagian. Saat ini tim yang bekerja cepat untuk mendapatkan data untuk mengembangkan pihak yang terlibat.

"Ada data yang sudah didapat tapi untuk kebutuhan intelejen, ada yang bisa dibutuhkan untuk proses lidik. Dan sekarang kami sedang menari data untuk menangkap semua pelaku yang terlibat," tuturnya.

Saat ditanya terkait keterlibatan anggota dewan atau politisi yang menggunakan jasa kelompok ujaran kebencian, Irwan tidak membantahnya. "Nanti penyidikan sedang berlangsung. Kalau dibuka itu bisa mengacaukan kerja kami," cetusnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya