Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Drama Koper Hitam, Jaket Oranye dan Mentalitas Priyayi

Dero Iqbal Mahendra
04/9/2017 16:40
Drama Koper Hitam, Jaket Oranye dan Mentalitas Priyayi
(Wakil Ketua Pansus angket KPK Masinton Pasaribu membawa koper berisikan pakaian tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/9). MI/ROMMY PUJIANTO)

PEMBESAR dari Senayan itu kini tersinggung dengan pernyataan dari pimpinan lembaga antirasuah di Kuningan, Jakarta Selatan, yang menyatakan akan mempertimbangkan mempidanakan dirinya dan teman-temannya yang ada di Pansus Hak Angket KPK dengan tuduhan obstuction of justice.

Kini laki-laki itu datang membawa koper hitam meminta untuk diberikan kehormatan mengenakan rompi oranye. Rompi itu merupakan salah satu simbol kekuatan tertinggi bagi lembaga yang lahir dari semangat reformasi untuk memberantas segala korupsi di negeri ini.

"Saya datang dengan inisiatif sendiri sebagai pimpinan Pansus KPK untuk mempertanggungjawabkan tuduhan tersebut. Saya minta pimpinan KPK turun ke sini karena saya tidak akan masuk. Bawa rompi KPK kepada saya dan saya kenakan. Kita gelar siapa yang benar," tantang Wakil Ketua (Waka) Pansus Angket KPK DPR Masinton Pasaribu di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (4/9).

Dalam kunjungannya tersebut Masinton membawa koper hitam yang berisi beberapa lembar pakaian dan celana jeans. Dia beralasan koper tersebut sebagai kesiapan dirinya untuk ditahan saat ini juga oleh pimpinan KPK. Bahkan Masinton menyatakan dirinya tidak masalah akan ditahan dimanapun oleh lembaga antirasuah tersebut.

Kedatangannya hari ini bertujuan untuk menguji pernyataan dari ketua KPK, sebab dirinya merasa Pansus selama ini tidak pernah mencampuri, mengintervensi atau menghalang-halangi penyidikan perkara di KPK. Dirinya merasa KPK selama ini hanya bisa menggertak dan menakut-nakuti. Masinton menyakinkan bahwa dirinya merasa tidak takut dengan hal tersebut dan meminta Ketua KPK membuktikan tuduhannya.

Seusai memberikan pernyataan kepada pewarta, Masinton benar-benar tidak mau memasuki gedung KPK dan bahkan tidak mau melaporkan kedatangannya ke resepsionis yang ada di gedung KPK. Dirinya hanya berada di luar gedung menunggu karpet merah digelar untuk dia layaknya priyayi yang menunggu pelayanan dan kehormatan disematkan rompi oranye kebesaran dari KPK.

Dirinya hanya menunggu di halaman gedung KPK dengan merokok di tengah teriknya siang hari di depan gedung KPK. Kurang lebih satu jam dia menanti tanpa ada tanda-tanda penyambutan yang disiapkan oleh pihak KPK untuk prosesi penyematan rompi oranye kebanggannya kepada sang priyayi.

Lelah menanti tanpa ada kepastian, setelah satu jam lebih dan berbatang-batang rokok dia isap, akhirnya sang priyayi mempertimbangkan untuk undur diri dari pelataran KPK yang tak perduli akan kehadirannya. Suatu hal yang pasti, lembaga kebanggaan rakyat itu tak mau bergerak karena dorongan emosi, semua putusan dan hukuman harus berlandaskan bukti dan prosedur hukum yang pasti, tanpa ego pribadi.

Layaknya petinju yang menang WO, Masinton mengklaim bahwa Ketua KPK hanya menggertak sambal dalam statementnya dan mengkatagorikan opini beberapa waktu lalu sebagai tudingan tak berdasar. Hal itu dia simpulkan setelah menunggu cukup lama dia tidak mendapatkan kehormatan memakai rompi oranye KPK.

Kader PDI Perjuangan itu mengklaim bahwa Ketua KPK Agus Rahardjo pasti mengetahui kedatangannya melalui CCTV dan menurutnya pasti ada yang mengabari terkait kedatangannya, tanpa dia melaporkan diri ke resepsionis.

"Ngak perlu lapor (ke resepsionis). Saya sudah datang kemari, tinggal bawa rompi oranye tapi saya tunggu tidak datang-datang," kilah Masinton.

Dia pun menolak ajakan untuk dilakukannya mediasi terlebih dahulu dengan pihak KPK bersamaan dengan kedatangannya. Menurut Masinton urusan saat ini adalah penegakan hukum dan bila ada yang dituduh bersalah maka langsung ditangkap dan jangan beropini.

Dirinya mengklaim bahwa Pansus Hak Angket DPR bekerja untuk KPK. Untuk itu dirinya berharap lembaga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tersebut dapat bekerja sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.

Masinton akhirnya undur diri dari panggung drama pelataran gedung KPK dengan menaiki mobil Pajero putihnya yang datang menghampiri. Dia kemudian berpamitan dengan pewarta dan langsung melaju menuju tujuan selanjutnya. Entah ke mana.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya