Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Isi Kemerdekaan dengan Cara Merawat Keberagaman

03/9/2017 10:15
Isi Kemerdekaan dengan Cara Merawat Keberagaman
(MI/ BARY FATHAHILAH)

SELURUH komponen masyarakat di Tanah Air, khususnya kelompok silent majority­ (mayoritas diam), harus berani bersikap dan bersedia mera­wat keberagaman sebagai sebuah aset bangsa. Jangan biarkan kondisi kebangsaan tergerus sehingga memecah belah persatuan.

Pandangan tersebut disampaikan anggota DPD Djasarmen Purba dan Tenaga Pengkaji Bidang Pertahanan Keamanan Lemhannas Irjen Wagner Damanik seusai Kebaktian Kebangsaan GKPS, di Aula GWS Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indo-nesia, Jakarta, kemarin.

“Terus terang bahwa yang tergerus ini ialah riak-riak, yang seolah-olah riak-riak ini seperti ombak yang begitu besar. Padahal, yang menjadi majority (mayoritas) itu ialah silent atau silent majority,” ujar senator asal Provinsi Kepulauan Riau itu.

Ia pun menyitir pernyataan Bapak Bangsa Bung Karno bahwa kemerdekaan harus diisi dengan sebaik-baiknya. “Saat inilah mengisinya, termasuk acara ini (Kebaktian Kebangsaan GKPS) untuk membuktikan rasa kebangsa-an kita dalam rangka penguat­an cukup baik.”

Djasarmen kemudian menyinggung soal penyebaran informasi melalui ponsel pintar yang cenderung menimbulkan persoalan. Apalagi jika pesan yang disampaikan ternyata bernada SARA, penis­taan, penghinaan, dan ujaran kebencian yang justru mencemarkan nama seseorang.

“Kami menyarankan pema-kai gadget harus jeli melihat siapa narasumber yang membagikan informasi. Perhatikan isi pesan itu secara mendalam agar tidak terjebak dalam provokasi. Ingat, jika salah, kita pun dapat dijerat UU ITE,” katanya.

Wagner Damanik menambahkan ada beberapa problematik yang dihadapi bangsa, yakni kemiskinan, pengganguran, dan kesenjangan ekonomi yang tinggi, radikalisme dan terorisme, serta demokrasi masih di tataran prosedural dan belum substansial atau berkutat pada politik identitas, politik paranoid, dan politik praktis.

“Tidak ada istilah kebera-gam­an harus diseragam­kan. Memang Indonesia itu lahir dari kebera­gaman dan itu juga dinyatakan dalam Sumpah Pemuda bahwa keberagaman itu menyatu dalam Tanah Air. Itu menjadi aset bangsa yang harus kita rawat,” kata dia.

Ia mengatakan demokrasi ialah alat untuk membangun bangsa Indonesia. Suara terbanyak harus dari kesadaran masyarakat. (Gol/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya