Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA kelembagaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengevaluasi soal kehadiran Direktur Penyidik (Dirdik) KPK Brigjen Polisi Aris Budiman di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus Hak Angket KPK, kemarin. Namun hingga berita ini diturunkan Pimpinan KPK belum mengambil sikap soal kehadiran Aris di Senayan tersebut yang sebenarnya tidak mendapat izin dari pimpinan KPK.
"Belum ada informasi itu (pemecatan Aris)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).
Sejauh ini, Aris masih menjalani pemeriksaan oleh pihak internal KPK lantaran hal tersebut. Pemeriksaan internal untuk mengklarifikasi fakta-fakta yang muncul di persidangan Miryam S. Haryani. "Dirdik masih diperiksa. Pada saat itu, Dirdik sendiri yang minta diperiksa," ungkap Febri.
Semalam, Aris memenuhi panggilan Pansus Hak Angket KPK. Padahal, pimpinan KPK tak pernah menggubris panggilan itu. Pimpinan KPK bersikukuh pendirian Pansus cacat hukum. Namun, Aris justru membangkang.
Dia beralasan kehadirannya di Pansus sebagai upaya memperbaiki KPK dan menjawab tudingan penyidik internal KPK terhadapnya.
"Bagi saya, ini bukan soal kehormatan pribadi. Ini (KPK) lembaga harapan bangsa Indonesia untuk memperbaiki negara kita. Kalau masih seperti ini, tetap akan ada masalah ke depan. Itu pertimbangan saya," ujarnya dalam Rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Pansus Hak Angket DPR, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017.
Aris mengaku baru pertama kalinya membantah titah pimpinan. "Sepanjang karir saya, ini untuk pertama kali saya membantah perintah pimpinan (KPK)," kata Aris.
Aris banyak disorot oleh media massa karena sempat disebut terlibat di dalam 'pengamanan' kasus korupsi KTP elektronik. Saat proses penyidikan, Miryam sempat menyebut seorang direktur KPK menemui Komisi III DPR dan meminta uang aman sebesar Rp2 miliar.
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan pun sempat diperlihatkan foto orang yang dimaksud. Novel langsung tahu bila orang yang dimaksud adalah Aris.
Aris dan Novel juga sempat dikabarkan bersitegang. Sebab, Novel sempat diberi Surat Peringatan karena keberatan atas pengangkatan sejumlah penyidik dari elemen polisi jadi ketua Tim Satuan Tugas. Namun akhirnya Surat Peringatan tersebut dicabut.(MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved