Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Penyuap Tonny Pemain Lama di Kemenhub

26/8/2017 07:20
Penyuap Tonny Pemain Lama di Kemenhub
(ANTARA/Galih Pradipta)

KOORDINATOR Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan PT Adhi Gu­na Keruktama (AGK) yang tersangkut kasus suap kepada Dirjen nonaktif Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, bukanlah pemain baru.

Komisaris PT AGK Adiputra Kur­­niawan menjadi satu dari li­­ma orang yang dibekuk KPK dalam operasi tangkap tangan di Jakarta, Rabu (23/8) hingga Kamis (24/8). Ia diduga menyuap Tonny terkait dengan proyek di lingkung­an Ditjen Hubla Kemenhub 2016-2017 termasuk pengeruk­an Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Dalam operasi itu, KPK mengaman­­kan uang senilai Rp18,9 miliar dan empat kartu ATM yang salah satunya bersaldo Rp1,174 miliar.

Jajang menguraikan PT AGK merupakan langganan proyek-pro­­yek besar di Kemenhub. “An­­tara 2016 sampai 2017 saja, ni­lai proyek yang dimenangi PT AGK Rp179.227.397.000. Jangan berhenti tahun itu saja sebab se­­dikitnya antara 2012 sampai 2017 terdapat delapan proyek penge­rukan alur pelayanan pelabuhan yang dimenangi PT Adhi Guna Keruktama,’’ jelasnya, kemarin.

Nilai delapan proyek yang di­ke­­lola PT AGK tersebut, imbuh Jajang, terbilang fantastis, yakni mencapai Rp413.397.994.000. ‘’Hal ini mengindikasikan praktik permainan proyek di tubuh Kemenhub sudah lama terjadi,’’ tandas Jajang.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Tonny dan Adiputra ditahan untuk 20 hari ke depan. Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, Tonny di­­tahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Adiputra di tahanan Polres Jakarta Timur.

Di lain sisi, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya belum menemukan penyimpang­an dalam proses lelang proyek yang membelit Tonny.

Menurutnya, uang yang diterima Tonny bukan suap untuk memenangkan PT AGK dalam tender, melainkan ucapan teri­ma kasih. “Uang terima kasih, tapi keba­nyak­an,” katanya di Surakar­ta, Jateng, kemarin.

Budi meminta maaf karena pe­jabat di kementeriannya kem­ba­li terjerat kasus korupsi. Ia berjanji akan mengkaji ulang proyek-proyek yang ditangani Ditjen Hubla. (Dro/Nyu/FR/AU/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya