Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengajak para pegiat media sosial untuk mengampanyekan hal-hal positif yang berguna bagi bangsa dan negara. “Beliau berpesan dan mengajak kita bersama-sama untuk membangun negeri ini. Menjauhkan segala fitnah, adu domba. Intinya mengampanyekan hal-hal positif untuk bangsa,” kata pegiat media sosial Cyril Raoul Hakim atau yang akrab disapa Ciko, seusai pertemuan dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Ciko mengaku diundang Presiden untuk berkumpul dan bersilaturahim bersama dengan pegiat media sosial lainnya. Menurutnya, Presiden berencana akan mengadakan pertemuan serupa setiap dua bulan sekali.
“Insya Allah katanya akan dijadwalkan minimal dua bulan sekali pertemuan seperti ini. Netizen yang ada di pertemuan ini ialah orang-orang yang sebagian besar belum pernah bertemu Presiden. Jadi ini murni. Gerakan kita ialah gerakan membangun negeri, bukan sekadar mendukung seseorang atau bicara soal pemilu,” katanya.
Ia menilai Jokowi ialah sosok presiden yang berani mengeksekusi apa yang hanya bisa diimpikan presiden-presiden sebelumnya. “Presiden sekarang ini adalah presiden yang mengeksekusi apa yang hanya bisa diimpikan presiden-presiden sebelumnya,” tegasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, para pegiat medsos menyampaikan masukan kepada Presiden. Salah satunya mengingatkan Presiden agar tidak melupakan pembangunan lingkungan saat pembangunan ekonomi dan sebaliknya. “Keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus tetap dijaga,” terangnya.
Pegiat medsos lainnya, Nita Kartikasari, menambahkan penting bagi masyarakat untuk pintar dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak langsung menyebarkan berita hoax kepada orang lain. “Berita yang belum pasti benar harus kita pikirkan, mungkin juga jangan mudah kita viralkan,” pintanya.
Sementara itu, pegiat medsos Arief Muhammad menyatakan pertemuan tersebut membahas bagaimana pemerintah dan pegiat medsos bersama-sama memerangi hoax di dunia maya. “Intinya sih bagaimana kita bisa bareng-bareng berperan memerangi hoax. Bermedsos yang baik, yang negatif bisa tertutup dengan yang baik-baik,” paparnya.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua MPR Mahyudin mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil mengungkap dan menangkap kelompok yang menyebarkan informasi bohong atau hoax di media sosial bernama Saracen. “Aparat penegak hukum harus tindak tegas pelakuknya yang ingin memecah-belah bangsa ini,” tandasnya. (Nur/Ant/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved