Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Suap Puluhan Miliar ke Dirjen Hubla via ATM

25/8/2017 06:52
Suap Puluhan Miliar ke Dirjen Hubla via ATM
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

KOMISI Pemberantasan Korupsi berhasil mengungkap modus baru dalam perkara suap yang melibatkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono.

Dalam perkara itu, penyidik juga menyita barang bukti dengan nilai total Rp20,074 miliar.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan operasi penangkapan yang berlangsung secara maraton sejak Rabu (23/8) malam hingga Kamis (24/8) sore itu terkait dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Hubla pada tahun anggaran (TA) 2015-2016.

“KPK mengungkap modus yang relatif baru dalam OTT (operasi tangkap tangan) kali ini karena penyerahan uang dilakukan dalam bentuk (kartu) ATM,” ujar Basaria.

Ia menjelaskan, dalam operasi penangkapan itu pihaknya membekuk lima orang dari sejumlah lokasi di Jakarta.

Mereka ialah Antonius Tonny Budiono, Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan, Manajer Keuangan PT AGK berinisial S, direktur PT AGK berinisial DG, dan Kepala Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla berinisial W.

Status hukum Antonius dan Adiputra langsung ditingkatkan menjadi tersangka, sedangkan tiga orang lainnya masih menyandang status saksi.

Modus baru itu, lanjut Basaria, yakni rekening dibuka Adiputra Kurniawan menggunakan nama fiktif dan kemudian ATM diserahkan kepada Antonius Tonny Boediono. Pihak pemberi selanjutnya menyetorkan sejumlah uang ke rekening itu secara bertahap.

“Diduga, pemberian uang oleh APK selaku komisaris PT AGK kepada ATB, Dirjen Hubla, terkait dengan pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang,” katanya.

KPK juga menyita sejumlah uang dan kartu ATM. Perinciannya, 4 kartu ATM dari tiga bank penerbit berbeda yang berada dalam penguasaan Adiputra, 33 tas ransel hitam berisi uang tunai Rp18,9 miliar yang terdiri atas pecahan rupiah, dolar AS, pound sterling, euro, dan ringgit Malaysia di mes Antonius, Jalan Gunung Sahari, Jakarta.

Dalam menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku prihatin atas kasus yang menimpa anak buahnya. “Saya mengucapkan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat,” kata Budi Karya di kantornya, kemarin.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai korupsi di Kementerian Perhubungan berlangsung sistemik. “Beberapa kali terjadi di kementerian itu. Ini sistematik, harus didukung bersama-sama (upaya pembenahan),” tandasnya. (Gol/Cah/Nov/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya