Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Golkar optimistis Presiden Joko Widodo dapat meraih 60%-65% suara dalam Pemilu Presiden 2019. Kemenangan itu menjadi sebuah nilai tambah bagi partai beringin hijau karena pemilu legislatif digelar serentak dengan pemilu presiden.
“Kita ingin dengan adanya Golkar, kemenangan (Jokowi) di atas 60%. Kita tidak berpikir dukung atau tidak. Kita berpikir bagaimana Golkar hadir, yang dibuktikan dengan kemenangan Jokowi di atas 60%-65%,” ujarnya dalam rapat kerja DPP Golkar di Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Dalam rapat kerja kali ini, DPP mengagendakan konsolidasi kader dan menyusun strategi untuk pemenangan Jokowi di 2019. Itu merupakan tindak lanjut hasil rapat pimpinan nasional partai yang memutuskan mendukung Jokowi sebagai calon presiden periode 2019-2024.
“Rapat kerja DPP yang digelar saat ini ialah bagian dari pada target itu. Tangga-tangga yang dilalui untuk memastikan bahwa kemenangan Jokowi ada nilai tambah,” imbuh Idrus.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Harian Golkar Nurdin Halid. Menurutnya, tidak ada perubahan hasil rapimnas. Golkar tetap pada keputusan mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019. DPP bisa dikenai sanksi bila melanggar hasil rapimnas.
“Bukan masih mendukung Jokowi, itu sudah keputusan rapimnas. Yang bisa mengubah rapimnas ialah rapimnas sendiri. Rapimnas kemarin malah menguatkan. Rapat pleno kemarin juga memutuskan Golkar mengusung Jokowi. DPP tidak boleh melanggar keputusan rapimnas,” jelas Nurdin.
Ketua Umum Golkar Setya Novanto meminta seluruh kader Golkar termasuk koordinator bidang agar bekerja lebih keras. Terlebih waktu efektif untuk Pemilu Presiden 2019 tinggal 8 bulan atau kurang dari satu tahun.
“Pemilu digelar serentak. Ini memerlukan sumber daya, manajemen, dan strategi yang berbeda dengan pemilu yang terpisah,” katanya. (DD/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved