Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM memperingati Hari Konstitusi Indonesia yang jatuh pada 18 Agustus 2017, masyarakat diajak untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar seremonial.
Nilai-nilai konstitusi yang dirumuskan para pendiri bangsa (founding fathers) harus dapat dipahami dan dilaksanakan.
Pendapat itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua MPR Zulkifli Hasan pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Gedung DPR, Jakarta kemarin.
“Suatu prestasi yang tinggi pendiri bangsa telah mempersiapkan visi jauh ke depan. Memberikan dorongan agar visi dijalankan dengan sebaiknya. Suatu tahapan yang pendek, 10 hari untuk persiapan proklamasi, membentuk Undang-Undang Dasar 1945. Pada 19 Agustus membentuk pemerintahan dan delapan provinsi dengan 12 menteri dalam waktu sehari. Ini suatu proses yang indah dan tepat oleh pendiri bangsa,” ujar Kalla.
Pada acara tersebut hadir Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Ketua MA Hatta Ali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Lebih lanjut, Kalla mengatakan, Indonesia sudah pernah mencoba berbagai sistem bentuk kenegaraan. Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) sudah empat kali diamendemen.
Perubahan di UUD 45 melalui amendemen, menurutnya, wajar asalkan tidak mengubah visi-misi para pendiri bangsa.
“Empat tahap perubahan yang sudah dilakukan terhadap UUD 1945 sedikit pun tidak mengubah pembukaan UUD. Karena mengubah Pembukaan UUD 1945 berarti membubarkan negara Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945,” jelas Kalla.
Sementara itu, Zulkifli Hasan mengatakan tantangan utama bangsa Indonesia sekarang ini bukanlah adanya gejala kuat untuk mengubah dasar negara atau bentuk negara, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah kehidupan berbangsa di Tanah Air.
“Tantangan bangsa saat ini adalah menjaga kemajemukan sekaligus meneguhkan kemandirian bangsa,” ujarnya.
Untuk itu, sambung Zulkifli, perlu kesadaran dan komitmen seluruh bangsa Indonesia untuk menghormati kemajemukan dan merawat Kebinekaan demi menjaga keutuhan NKRI. (Nov/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved