Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Untuk Olahraga sampai Disimpan untuk Cucu

Nur Airvanni
18/8/2017 09:27
Untuk Olahraga sampai Disimpan untuk Cucu
(: Menkumham Yasonna Laoly (kiri), menuntun hadiah sepeda bersama Anggota DPR Agathi Suli Mahyudin (tengah) yang didampingi suami, sebagai pemenang pakaian adat terbaik pilihan Presiden Joko Widodo---MI/Panca Syurkani)

TIDAK menyangka. Itulah ungkapan yang disampaikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly saat mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo lantaran memakai pakaian adat yang terbaik dari seluruh tamu undangan yang hadir di hari kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

Hadiah sepeda yang saat itu diberikan pun langsung dikayuh Yasonna yang mengenakan pakaian adat khas Nias Selatan yang didominasi warna merah di halaman Istana Merdeka. Pakaian adat itu juga pernah dikenakan Yasonna saat Hari Pancasila pada 1 Juni lalu. Tak sia-sia, kali ini Yasonna mengenakannya kembali dan mendapat hadiah sepeda dari Presiden ke-7 RI.

"Suatu kehormatan besar saya bisa memakai kebesaran adat Nias dan dapat penghargaan dari Presiden sebagai busana adat terbaik pada kesempatan ini. Ini kehormatan besar buat saya," kata Yasonna yang didampingi sang istri yang mengenakan pakaian adat Karo seusai acara di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Nantinya, sepeda tersebut akan dimanfaatkan politikus PDI Perjuangan itu untuk berolahraga dan bahkan akan disimpan sampai anak cucu. "Itu berharga, tidak bisa dijual itu. Itu disimpan sampai anak cucu," ucapnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang yang juga mendapat hadiah sepeda dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Saya tidak tahu. Surprise aja. Begitu sampai di situ, saya tidak nyangka bakalan dapet ini," ujar OSO, sapaan akrabnya.

Ia mengutarakan tidak sia-sia dirinya kali ini mengenakan pakaian khas Minangkabau.

Selain Yasonna dan OSO, tiga tamu undangan lainnya yang mendapat hadiah sepeda, yakni istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Suswati yang mengenakan pakaian adat Papua, asisten ajudan presiden, Syarif Muhammad Fitriansyah yang mengenakan pakaian khas Dayak, istri Wakil Ketua MPR Mahyudin, Agathi Sulie yang juga mengenakan pakaian khas Dayak.

Lalu siapa yang bertindak sebagai juri? Ternyata waktu menyapa para tamu undangan sebelum detik-detik proklamasi, dimanfaatkan Jokowi yang mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk menjalankan perannya selaku juri.

Dengan diiringi lagu Mengejar Matahari oleh penyanyi Ari Lasso, Jokowi mencermati siapa tamu undangan yang mampu tampil beda dengan pakaian adat yang dikenakan.

Selain Presiden, bertindak sebagai juri, ada Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Mensesneg Pratikno. Ketiganya melakukan penilaian tanpa diketahui sebelumnya.(P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya