Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SIMPOSIUM internasional yang diselenggarakan Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis Se-Asia di Surakarta menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagaimana menjaga ideologi demokrasi dalam masyarakat yang majemuk.
“Ternyata kita mempunyai studi perbandingan yang banyak sekali,” kata Ketua MK Indonesia Arief Hidayat.
Menurut Arief, Indonesia banyak memetik pengalaman dan pelajaran dari negara-negara peserta simposium, begitu pula sebaliknya. Delegasi dari 13 negara anggota yang hadir di simposium itu juga banyak belajar dari Indonesia dalam menjaga kemajemukan.
Pada saat pembukaan simposium di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) sehari sebelumnya, Arief menyatakan bahwa sampai hari ini keberagaman Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal itulah yang banyak menarik perhatian peserta simposium untuk menimba pengalaman dari Indonesia.
Dari 13 negara peserta simposium, Afrika Selatan mempunyai sesuatu yang juga tidak kalah menariknya dengan Indonesia. Negara itu ternyata juga memiliki semacam Bhinneka Tunggal Ika.
Afrika Selatan mempunyai prinsip-prinsip dasar yang harus ditegakkan. Akan tetapi, yang paling menonjol dari Afrika Selatan ialah adanya larangan diskriminasi.
“Negara memperlakukan sama terhadap warga negaranya karena negara itu kan lahir dari sistem yang (dulunya) apharteid kan,” kata Arief.
Simposium AACC ini diikuti 13 negara anggota dan perwakilan dari tujuh negara sahabat di kawasan Asia, Eropa, dan Afrika.
Selain itu, acara tersebut diikuti 190 peserta dalam negeri yang terdiri dari anggota Komisi III DPR, pejabat kementerian dan lembaga, praktisi hukum, dan para akademisi dari perguruan tinggi se-Indonesia.
Hari kedua kemarin, simposium menghadirkan pembicara dari delegasi Azerbaijan, Kazakhstan, Korea, Rumania, Thailand, dan Timor Leste pada sesi pertama.
Kemudian sesi kedua dilanjutkan delegasi dari Afghanistan, Benin, Kamboja, Kirgizstan, Malaysia, dan Myanmar. (FR/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved