Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Santri Fondasi Keutuhan Bangsa

11/8/2017 07:44
Santri Fondasi Keutuhan Bangsa
(MI/M IRFAN)

PESANTREN telah berhasil dalam membangun karakter bangsa terhadap para santri. Para santri merupakan fondasi dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam grand launching Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

“Santri fondasi bagi keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ucap Said saat memberikan sambutan di Kantor PBNU, Jakarta, kemarin.

Said menyampaikan bahwa pesantren mampu menghasilkan santri-santri yang berjiwa mulia, juga mempunyai jati diri dan kepribadian yang baik. Pasalnya, ada hal-hal yang hanya bisa didapat melalui pesantren, yakni disiplin akhlak dan spiritual.

Dalam peringatan Hari Santri tahun ini akan digelar sejumlah kegiatan di berbagai daerah. Kegiatan yang digelar kali ini tidak lagi hanya bersifat simbolis, tetapi juga lebih substantif.

Kegiatan tersebut antara lain creative idea competition di Bandung, roadshow workshop kewirausahaan santri di beberapa pondok pesantren tiap kabupaten dan kota se-Indonesia, lomba esai, lomba video, dan workshop cerdas literasi.

Pemerintah telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 22 Tahun 2015. Sebagai pelaksana kegiatan peringatan HSN 2017, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU mengadakan grand launching sekaligus pengumuman logo baru HSN 2017.

Grand launching Hari Santri Nasional 2017 kali ini mengambil tema Santri mandiri, NKRI hebat. Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin mengatakan mandiri merupakan identitas asli santri. Karena itu, kata dia, tema yang diangkat tersebut bukanlah hal yang baru.

Tantangan santri yang dihadapi saat ini, kata Ma’ruf, ialah bagaimana menjaga negara ini agar tidak dirusak kelompok-kelompok yang ingin merusak ataupun mengubah tatanan bangsa yang sudah ada saat ini. Tantangan kedua, bagaimana menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

“Pesantren tidak hanya menyiapkan orang yang paham agama, tapi juga menyiapkan orang-orang sebagai pengawal bangsa dan negara, dan menyediakan tenaga untuk pemberdayaan ekonomi umat supaya kesenjangan yang ada di negara kita sedikit-sedikit dapat terkikis dan kecemburuan sosial bisa dikurangi,” tandasnya. (Nur/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya