Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyarankan kepada Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) untuk melakukan penyegaran Pancasila pada tataran implementasi melalui program yang lebih konkret.
Zulkifli menyarankan, Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia harus dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan yang memiliki tantangan untuk dimasukkan ke kurikulum sekolah sehingga menarik perhatian siswa.
“UKP PIP berada di wilayah eksekutif karena berada di bawah Presiden sehingga dapat membuat program yang lebih konkret, misalnya membuat kajian materi Pancasila untuk dipelajari di sekolah,” kata Zulkifli Hasan ketika menerima kunjungan pimpinan UKP PIP di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.
Menurut Zulkifli, kalau UKP PIP menyelenggarakan seremonial-se-remonial juga, itu sama saja dengan sosialisasi empat pilar yang dilakukan MPR. Karena posisinya berada langsung di bawah Presiden, kata dia, UKP PIP dapat fokus menyiapkan materi Pancasila yang lebih baik untuk diterapkan.
“UKP menyiapkan Pancasila sebagai ilmu yang berkembang, itu tugas yang perlu duduk lama dan berat kemudian memberikan penataran,” ujarnya.
Yudi menjelaskan UKP akan memperbaiki sistem pembelajaran Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi serta memasukkan konten Pancasila ke dalam sistem karier di dalam birokrasi atau dikenal dengan penataran.
Menurut dia, apa yang dilakukan UKP lebih terstruktur dan terencana sehingga Pancasila benar-benar menjadi karakter bagi masyarakat dan penyelenggara negara.
Penyegaran Pancasila
Karena itu, kata Yudi, UKP PIP akan melakukan uji coba Penyegaran Pancasila kepada para mahasiswa dan dosen yang terpilih dari seluruh Indonesia. Kegiatan Penyegaran Pancasila, katanya akan diselenggarakan di Istana Bogor, pada Jumat dan Sabtu mendatang yang diikuti 560 peserta.
“Melalui Penyegaran Pancasila ini, UKP PIP akan menyasar kepada penyelenggara negara, pejabat publik, pendidik, mahasiswa, maupun pengusaha,” katanya.
Materi penyegaran Pancasila, kata dia, tidak hanya berupa materi tatap muka dalam kelas, tapi dilakukan dengan cara variatif misalnya menonton film yang berisi nilai-nilai Pancasila, permainan dalam kelas, maupun di alam terbuka, serta simulasi.
Melalui pemberian materi yang bervariasi ini, Yudi berharap, peserta Penyegaran Pancasila dapat menye-rap materi lebih dalam dan melekat kuat di memori peserta.
Yudi juga menjelaskan, UKP PIP perlu melakukan koordinasi dengan MPR RI, yang selama ini telah berpengalaman melakukan sosialisasi empat pilar bernegara.
“Ini agar tidak ‘over lapping’ karena anggaran negara terbatas, oleh karena itu apa yang sudah dijalankan MPR jalan terus, kami mengambil porsi yang belum dijalankan MPR,” tuturnya.
Sehari sebelumnya, Yudi juga menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi yang diterima Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Kehadiran yudi untuk membahas pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dalam antikorupsi.
“Prinsipnya kami ingin mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam nilai antikorupsi. Tidak jujur bertentangan dengan Sila Pertama, korupsi mengabaikan nilai kemanusiaan dan lain-lain,” kata Alexander Marwata usai menerima kunjungan Yudi.
Menurut Alexander, KPK bersama UKP-PIP mulai memetakan jaringan untuk melakukan sosialisasi dalam berbagai kesempatan menanamkan nilai Pancasila.
“Kerja sama ya seperti itu. sosialisasi nilai Pancasila sekaligus sosialisasi antikorupsi,” kata Alexander. (Ant/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved