Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

AHY Nilai Jokowi Demokratis

Rudy Policarpus
11/8/2017 07:34
AHY Nilai Jokowi Demokratis
(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

AGUS Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak sepakat dengan tudingan beberapa pihak yang menyebut Joko Widodo ialah presiden diktator. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu menilai Jokowi merupakan sosok yang baik dan terbuka dengan siapa pun.

Menurut AHY, dengan diterima dirinya sowan ke Istana kepresidenan, Presiden membuktikan menghargai seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pemuda.

“Artinya, saya tidak melihat apa yang dipotretkan oleh sebagian orang (sebagai presiden diktator),” kata Agus.

Tudingan itu dilayangkan karena pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Agus menilai Jokowi merupakan sosok yang sangat demokratis. Selain itu, Jokowi juga mau membuka ruang diskusi untuk memberikan dan menerima masukan dari siapa saja. “Iya dong (Jokowi demokratis). Artinya, dengan membuka atau beri kesempatan saya bertemu langsung berdiskusi, ya tentunya dia ingin menunjukkan.’’

Mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu pun menegaskan bakal mendukung Jokowi menyelesaikan masa kepemimpinannya hingga 2019.

“Saya menganggap Pak Jokowi senior, bapak, pemimpin yang tentunya kita harus terus bisa mendukung supaya bisa terus memimpin negeri ini dengan baik untuk kita semua,” ujar dia.

Jokowi sebelumnya menekankan dirinya bukan pemimpin dengan tangan besi. Hal itu dia ungkapkan untuk menjawab tudingan miring sejumlah pihak. “Masak wajah gini diktator,” kata Jokowi sambil mengarahkan telapak tangan ke wajah saat membuka Pasanggirinas dan Kejurnas ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8).

Dalam pertemuan dengan AHY itu, Jokowi mengakui memberikan wejangan kepada AHY, termasuk tentang perpolitikan ke depan. “Tadi bicara masalah banyak, terutama masalah anak-anak muda, mengenai politik ke depan, landskap politik ke depan seperti apa,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan undangan peresmian The Yudhoyono Institute tadi malam. AHY ialah direktur eksekutif lembaga riset tersebut. The Yudhoyono Institute pun akan fokus pada isu-isu strategis dalam ruang lingkup regional, nasional, dan global.

Sayangnya, Jokowi tak bisa memenuhi undangan tersebut lantaran telah punya agenda lain. Namun, ia tak merinci agenda apa. “Kebetulan saya ada acara yang lain jadi saya pamit ndak ke sana,” kata dia.

Tidak setuju
Soal tudingan diktator itu juga mendapat respons dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Anshor, Yaqut Chilil Qoumas. Yaqut tidak sependapat Jokowi disebut seperti itu.

Ia justru melihat apa yang dilakukan Jokowi dengan menerbitkan Perppu Ormas merupakan langkah yang tepat sebagai kepala negara dalam upaya melindungi negeri ini dari rongrongan kelompok anti-NKRI dan Pancasila. “Diktator bagaimana, justru Presiden ini sedang melindungi negara,” katanya di sela-sela kegiatan diskusi di Kota Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. (Ric/FR/P-2)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya