Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Tanding Ulang di Pemilu 2019

Dero Iqbal Mahendra
10/8/2017 06:55
Tanding Ulang di Pemilu 2019
(Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto (kanan) saat melakukan pertemuan di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11/2016). -- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

DUKUNGAN mengalir deras kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden di Pe­milu 2019. Sejumlah pihak yang semula berseberangan dengan Jokowi pun mulai menunjukkan dukungan kepadanya.

Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng memandangnya sebagai sebuah hal yang wajar. Kendati begitu, bukan berarti Jokowi terlalu kuat hingga membuatnya tampil sebagai calon tunggal.

Menurut Rizal, pada akhirnya gelaran pemilu pada 2019 lebih kepada pertandingan ulang dari pemilu sebelumnya antara Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Keduanya bisa dipastikan menjadi finalis dari Pemilu 2019 nanti,” ujar Rizal saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Dukungan dini untuk Jokowi agar maju kembali pada pencalonan presiden di 2019 sudah marak terdengar meski baru pertengahan 2017 ini. Deklarasi resmi dukungan telah dilontarkan beberapa partai koalisi pemerintah, yakni Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe, bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Rizal mengatakan dukungan tersebut sesungguhnya tidak tepat jika disebut terlalu dini. Hal itu disebabkan 2019 sudah dekat dan 2018 sudah di depan mata. Semestinya partai-partai politik juga sudah mulai melakukan persiapan yang dibutuhkan untuk menghadapi Pemilu 2019.

“Misalnya, saat ini PKS sedang pendekatan ke Demokrat, itu bagus dan sudah mulai terlihat polanya,” ungkap Rizal.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Partai-partai politik yang belum menetapkan dukungan didorong segera menampilkan figur-figur calon. Dengan begitu, akan mulai muncul gagasan-gagasan baru yang menantang hasil kerja Jokowi.

Fahri mengatakan dukungan ke Jokowi sudah jelas karena puas dengan pembangunan selama periode kepemimpin­annya. Ia pun menantang Prabowo agar aktif menampilkan gagasan-gagasannya.

“Biar publik bisa lihat beda­nya, kalau Pak Prabowo banyak diam publik akan melihat sama saja. Pak Probowo harus lebih kritik, konstruksi pemikiran harus dibangun, enggak boleh Senin-Kamis (melontarkan pendapat). Harus rutin,” cetus Fahri.

Calon ketiga
Pertanyaan besar untuk Pemilu 2019 terletak pada apakah hanya dua calon atau tiga calon presiden. Calon ketiga, menurut Rizal, masih dimungkinkan mengingat ambang batas pencalonan presiden tetap 20%, sama dengan pemilu sebelumnya.

Namun, Rizal menilai calon ketiga bila memang ada akan sulit menang dan bersaing dengan kedua calon senior yang ada. “Bisa jadi hanya pelengkap atau mungkin hanya mencoba-coba atau bahkan mencari posisi baru. Dia tampil bukan untuk menang, melainkan untuk lebih kepada positioning yang sasaran­nya 2024. Itu merupakan strategi dan memang dimungkinkan secara politik.”

Lebih lanjut Rizal menyaran­kan kepada Presiden Jokowi untuk tetap fokus menjalankan kewajibannya sebaik mungkin sebagai kepala negara. Situasi saat ini hanya bagian dari dinamika pemilu dan pemerintahan tidak boleh terpengaruh.

Dukungan kepada Jokowi juga berasal dari luar parpol. Salah satunya melalui peluncuran laman daring https://jokowino-mics.id/, kemarin. (P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik