Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan publik, khususnya kalangan remaja, untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jokowi meminta publik tidak membuat pernyataan-pernyataan yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara silaturahim ulama pondok pesantren dan peresmian pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017.
“Hati-hati sekarang ini yang namanya medsos, hati-hati terutama remaja-remaja kita. Hati-hati kalau membuat status, apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain, apalagi niatnya langsung mau mencela, mencemooh, menjelekkan,” kata Jokowi di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, kemarin.
Ia pun mengingatkan bangsa Indonesia dengan beragam suku, agama, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan saudara setanah air. “Jangan lupakan itu,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan kembali bahwa saat ini telah terjadi perubahan global yang sangat cepat. Menurutnya, dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang akan ada perubahan lanskap politik dan ekonomi.
“Banyak yang nantinya sudah tidak baca koran lagi, tidak lihat TV lagi, semuanya hanya pegang satu, smartphone, handphone (ponsel), gadget, gawai,” kata dia.
Untuk itu, ia meminta semua pihak menyadari perubahan tersebut. “Jangan sampai anak-anak kita terintervensi oleh karakter-karakter yang tidak baik, terintervensi oleh peradaban Barat yang bisa mengubah karakter budaya kita yang sudah berjalan dengan baik.”
Presiden juga berpesan pentingnya menjaga tradisi dan budaya bangsa, termasuk melestarikan pencak silat. Jika tradisi tidak dijaga, bangsa Indonesia akan kehilangan sebuah karakter bangsa.
“Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini, kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga memiliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat, yang harus kita jaga bersama,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan pencak silat dapat menumbuhkan karakter bangsa yang berani bersaing, bertanding, dan berkompetisi. Selain itu, sambungnya, pencak silat sebagai sarana untuk menunjukkan etos kerja dan produktivitas.
“Pak kiai tadi menyampaikan silat ini bukan ingin mengadu manusia dengan manusia, melainkan kita ingin memberikan sebuah karakter kuat kepada remaja-remaja kita. Berani bersaing, bertanding, dan berkompetisi,” ujarnya. (Nur/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved