Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pengawas Pemilu Harus Berintegritas

Nur/P-2
09/8/2017 07:00
Pengawas Pemilu Harus Berintegritas
(Ketua Bawaslu Abhan (kiri) didampingi Sekjen Gunawan Suswantoro akan memberikan keterangan pers, di Jakarta, kemarin. Abhan menjelaskan 1.609 pendaftar Bawaslu Provinsi di 25 provinsi telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. -- MI/M. Irfan)

ADA sebanyak 1.609 pendaftar Bawaslu Provinsi di 25 provinsi telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Terdiri atas 1.349 laki-laki dan 260 perempuan.

Mereka akan menjalani tes tertulis dengan alat bantu ­komputer atau computer ­assisted test/CAT secara serentak hari ini di provinsi masing-masing.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan tes tertulis melalui sistem CAT dilakukan dalam rangka untuk menghasilkan pengawas pemilu yang berintegritas dan independen. Apalagi, pengawas pemilu yang terpilih akan menghadapi tantangan ketika tahapan Pilkada 2018 berbarengan dengan tahapan Pemilu serentak 2019.

“Maka dibutuhkan penyelenggara pengawas pemilu yang punya integritas dan independen,” kata Abhan seusai konferensi pers dengan tema Persiapan pelaksanaan seleksi tes tertulis bagi bawaslu provinsi, di Media Center Bawaslu, Jakarta, kemarin.

Abhan berharap tes tertulis menggunakan sistem CAT tersebut didapatkan hasil ujian yang transparan, objektif, dan akuntabel. Sistem tersebut pun akan memudahkan peserta untuk mengetahui langsung hasil ujian mereka.

Bawaslu menyelenggarakan seleksi 25 Bawaslu Provinsi yang akan berakhir masa jabatannya pada 20 September. Peserta yang lolos tes tertulis akan menjalani tes kesehatan dan tes kejiwaan. Selanjutnya, tim seleksi Bawaslu Provinsi di setiap daerah harus menghasilkan minimal 12 peserta dan maksimal 24 peserta untuk menjalani tes wawancara, tes kesehatan, dan tes kejiwaan lanjutan.

Dari 12 hingga 24 peserta tersebut, tim seleksi akan menyaring kembali menjadi enam orang yang akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh Bawaslu.

Anggota Bawaslu Mochamad Afiffudin menambahkan bahwa Bawaslu baru pertama kali menggunakan sistem CAT dalam tes tertulis ini. Penggunaan sistem CAT tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen yang dilakukan Bawaslu.

Selain itu, penggunaan sistem CAT juga dilakukan untuk mengurangi potensi kebocoran soal dan menambah rasa percaya para peserta terhadap lembaga pengawas tersebut. Para peserta nantinya akan dihadapkan pada 150 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 120 menit.

Secara terpisah Koordinator Nasional JPPR Sunanto menyebut penggunaan sistem CAT merupakan terobosan baru demi menghasilkan pengawas pemilu yang memiliki kualifikasi intelektual.

Ia menilai sistem CAT dapat meminimalisasi proses manipulasi nilai sehingga publik percaya terhadap proses rekrutmen tersebut. “Tapi, kelemahannya ialah kemampuan itu kadang tidak selaras dengan kualitas, independensi. Untuk itu, perlu pendalaman lagi nantinya,” tandasnya. (Nur/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik