Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pamong Praja Jangan Alergi Kritik

Bayu Anggoro
09/8/2017 06:38
Pamong Praja Jangan Alergi Kritik
(Sebanyak 2.014 pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIV Tahun 2017 dikukuhkan Presiden Joko Widodo di Lapangan Parade Abdi Praja IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, kemarin. -- Setpres)

PRESIDEN Joko Widodo meminta pamong praja muda tidak alergi terhadap kritik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Itu disampaikan Presiden di Lapangan IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kemarin.

“Ingat selalu ekspektasi dan harapan masyarakat sudah semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik yang ingin mereka dapatkan dari negara, yang ingin mereka dapatkan dari pemerintah,” kata Jokowi pada upacara pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXIV IPDN Tahun 2017.

Menurut Presiden, para pamong praja perlu menjadikan kritik yang membangun sebagai bahan masukan dan perbaikan pelayanan umum.

Kritik dan masukan yang membangun, jelas Presiden, merupakan salah satu upaya untuk melakukan reformasi birokrasi dalam melayani masyarakat.

Kepala Negara mengarahkan agar pamong praja muda memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama ataupun ras.

“Jangan pernah melakukan diskriminsi pelayanan berdasarkan warna kulit atau berdasarkan daerah asal atau agama dan lainnya. Itulah peran saudara-saudara dalam merajut persatuan dan kerukunan Indonesia kita,” tutur Jokowi.

Dalam acara tersebut, Presiden secara simbolis melantik 5 perwakilan dari 2.014 pamong praja muda angkatan XXIV.

Disebar ke perbatasan
Kementerian Dalam Negeri berencana menempatkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke wilayah terluar Indonesia termasuk wilayah perbatasan.

Menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, hal ini perlu dilakukan supaya para lulusan menjadi aparatur sipil negara yang siap beradaptasi serta bisa bergerak mengorganisasikan masyarakat.

“Harus bisa melayani dengan baik daerah perbatasan, daerah terluar. Termasuk ikut mengawasi masalah-masalah yang berkaitan dengan dana desa,” kata Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan praja IPDN tak mutlak harus kembali ke daerah asalnya. Ia ingin para lulusan IPDN belajar melayani masyarakat di daerah terluar lebih dulu selama satu tahun.

Setelah itu, lulusan tersebut bisa dikembalikan ke daerah asal atau tetap dipertahankan di wilayah terluar tergantung kebijakan selanjutnya.

Menurutnya, melayani warga di mana saja kedudukannya sama, sehingga lulusan IPDN tak melulu harus segera kembali ke daerah asal.

“Kan semua sama warga Indonesia sehingga tak ada lagi berpikir melayani masyarakat di daerahnya. melayani masyarakat di sukunya. sama. Semua harus dilayani dengan baik. karena kuncinya sebagaimana arahan presiden bahwa satu tahun ini besok harus kerja bakti.

Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di tempat itu sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan rombongan di-sambut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Sebelumnya, Jokowi beserta rombongan kepresidenan menempuh penerbangan selama 30 menit dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menumpang pesawat kepresidenan Indonesia Satu. (Put/Ant/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik