Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
OPTIMALISASI dana desa dinilai efektif mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Program dana desa yang merupakan bagian dari belanja pemerintah memiliki nominal yang besar ketimbang program bantuan sosial lainnya.
“Untuk meningkatkan konsumsi, pemerintah fokus pada program yang selama ini sudah dibuat. Namun, tampaknya lebih pada implementasi yang perlu diakselerasi. Sebetulnya kalau dilihat dari uang yang sangat banyak, paling efektif adalah dana desa,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, kemarin.
Sri menggarisbawahi alokasi dana desa dalam postur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus meningkat dari tahun ke tahun. Secara nasional, per 2015 alokasi dana desa tercatat Rp21,7 triliun, 2016 naik menjadi Rp46,9 triliun, dan 2017 mencapai kurang lebih Rp60 triliun.
Alokasi dana desa bahkan disebutnya lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran program bantuan sosial (bansos) lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi rumah tangga per kuartal II 2017 tercatat 4,95%. Meski dinilai masih positif lantaran mendekati level konsumsi normal, yakni 5%, pemerintah berupaya menjaga tingkat konsumsi yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kalau dibandingkan dengan anggaran bansos seperti PKH, nilai dana desa itu sampai Rp60 triliun sendiri. Jadi, angka sebesar itu mestinya bisa langsung meningkatkan daya beli karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Jika dilihat dampaknya, dana desa belum optimal sehingga apakah dana desa dapat meningkatkan konsumsi maupun investasi pada level di akar rumput, ini menjadi sangat penting,” imbuhnya.
Mantan Direktur Eksekutif Bank Dunia itu mengharapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi selaku pemangku kepentingan sektoral dapat memantau implementasi dana desa di berbagai daerah lebih saksama.
Misalnya, kata dia, dengan memperbanyak community development program sebagai referensi agar dana desa digunakan secara efektif.
Apabila di awal program dana desa pemerintah cenderung fokus pada sistematika penyaluran, di masa depan harus lebih terkonsentrasi pada dampak yang dihasilkan.
Audit dana desa
Kementerian Dalam Negeri mendorong rutinnya audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap program dana desa.
Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut audit-audit terhadap program yang didanai pemerintah pusat seharusnya memang sudah terpola dan rutin tiap tahun. Hal itu bertujuan mendorong transparansi sehingga pengelolaanya lebih baik.
“Harusnya sudah otomatis,” kata Tjahjo saat dihubungi kemarin.
Gayung bersambut, juru bicara BPK Yudi Ramdhan mengatakan audit dana desa akan dilakukan pada September mendatang.
Pemeriksaan dana desa, kata Yudi, tidak akan dilakukan terhadap seluruh desa sebab jumlahnya yang mencapai 74 ribu.
“Pemeriksaan akan dilakukan secara sampling terhadap desa-desa yang berada di daerah yang mempunyai risiko tinggi terhadap penyelewengan,” ujarnya. (Nyu/Pra/Put/Dro/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved