Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pasukan Khusus Tontaipur Mata Telinga Kostrad

CS/P-1
07/8/2017 08:23
Pasukan Khusus Tontaipur Mata Telinga Kostrad
(Panglima Kostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memeriksa barisan saat upacara penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Gelombang III di Pantai Palangpang, Sukabumi, Jabar. -- MI/Benny Bastiandy)

JIKA ditanya apa pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI), masyarakat akan menjawab Kopassus dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Jarang yang mengetahui TNI memiliki sejumlah pasukan khusus lainnya.

Salah satunya dari Komand­o Cadangan Strategis Angkat­an Darat (Kostrad). Mereka memiliki pasukan yang ahli dalam pengintaian dan pertempuran jarak dekat, yakni Peleton Intai Tempur (Tontaipur).

Kelompok pasukan khusus tersebut merupakan kualifikasi prajurit tertinggi di Kostrad. TNI-AD dalam rekrutmen hanya mengambil puluhan prajurit berprestasi selama menjalani sejumlah pendidikan Angkatan Darat.

“Yang perlu ditakuti oleh lawan adalah kemampuan mereka. Mereka ahli dalam pengintaian, menghancurkan musuh dalam jarak dekat. Mereka mahir dalam bela diri tangan kosong, senjata api, melempar pisau, panah, dan sumpit,” ungkap Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi kepada Media Indonesia seusai membuka pelatihan Tontaipur VII 2017 di Pegunungan Sanggabuana, Karawang, pekan lalu.

Menurut Edy, prajurit Tontaipur dipilih melalui kualifikasi panjang. Mereka terlebih dulu mengikuti pelatih­an Cakra sekitar tiga bulan. Yang terbaik akan mengikuti kualifikasi Raider empat bulan. “Selanjutnya mereka yang terbaik akan dipilih dalam Taipur yang akan dilatih selama enam bulan.”

Selama pelatihan, prajurit Tontaipur akan digembleng secara profesional. Mereka harus mahir dalam pengintai­an dan seni tempur di udara, air, dan darat karena pelatih­an melibatkan semua bagian pasukan TNI.

Menurut Edy, pasukan elite itu juga menjadi mata dan telinga Kostrad. Pimpinan Kostrad mendapatkan masukan strategis dari mereka untuk mengambil kebijakan.

Saat ini yang mengikuti pelatihan pasukan khusus Tontaipur berjumlah 2 peleton, atau hanya 61 prajurit. Mereka akan mengikuti pelatihan selama enam bulan di sejumlah tempat berbeda.

“Latihan ini akan dilaksanakan dalam enam tahap bertempat di daerah latihan Bogor, Depok, Jatiluhur dan Bandung,” pungkasnya. (CS/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik