Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menemui Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz di kediaman tokoh PPP tersebut di Patra Kuningan, Jakarta, kemarin. Kedatangannya disambut langsung oleh Hamzah Haz.
Menurut Hasto, kedatangannya dan rombongan Baitul Muslimin Indonesia ialah dalam rangka silaturahim dan menyampaikan salam dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden V RI. Megawati-Hamzah Haz pernah berduet memimpin Indonesia periode 2001-2004.
“Jadi, meski saat itu katakanlah pasangan Megawati-Hamzah dikawinpaksakan MPR, tali silaturahim itu dibangun sangat baik sampai sekarang. Bahkan Pak Hamzah bilang ketika mau ambil keputusan dalam rapat kabinet Pak Hamzah pegang tangan Ibu Megawati,” ujar Hasto.
Hasto pun membawa oleh-oleh dari Mega berupa ayam goreng dan gudeg. Mega juga menitipkan buku Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat serta Megawati dalam Catatan Wartawan bukan Media Darling Biasa kepada Hamzah.
“Kami juga berbicara persahabat-an dan silaturahim antarpemimpin sangat penting. Itu dibangun untuk bangsa dan negara ditambah hubungan persaudaraan pribadi antarpemimpin yang dekat sehingga menyatukan bangsa,” imbuhnya.
Mega, kata Hasto, sering bercerita bahwa Hamzah Haz ialah pakar politik anggaran. Hasto pun menuturkan di pertemuan tersebut Hamzah bercerita bahwa Megawati merupakan sosok yang kukuh dalam memegang prinsip.
Contohnya, ketika mendukung Palestina menjadi bangsa yang merdeka seluas-luasnya dan itu disampaikan dalam pidato PBB. Kemudian, saat pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Baasyir hendak diekstradisi, Megawati menolak hal tersebut.
“Ini semua menjadi contoh hubungan sangat kuat dan persaudaraan yang erat: antara Ibu Mega dan Pak Hamzah dan antara Islam dan nasionalis. Teladan seperti ini harus dirawat dan dijaga dalam situasi kepemimpinan saat ini dan seterusnya,” cetus Hasto.
Pada kesempatan yang sama, politikus senior PPP Habil Marati mengatakan pertemuan itu menjadi ajang penyegaran tentang simbol dari tokoh Hamzah Haz dan Megawati Soekarnoputri.
“Kalau ada yang bicara PDIP jauh dari Islam, saya tegaskan dengan bukti. Simbol yang dibangun Ibu Mega dan Pak Hamzah menunjukkan nasionalis dan Islam tidak bisa dipisahkan,” jelas Habil. (Nov/Ant/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved