Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian kembali membuat sketsa wajah pria yang diduga menyiram Novel Baswedan dengan air keras. Kali ini, sketsa mengacu pada sosok pria yang sempat menanyakan pakaian gamis untuk laki-laki ke rumah Novel. Sketsa tersebut telah rampung, namun masih harus di-crosscheck kepada saksi yang melihat.
“Sketsanya udah. Jadi tinggal crosscheck kepada saksi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.
Enam hari sebelum Novel diserang, seorang pria mendatangi rumah Novel dan menanyakan apakah ada gamis untuk pria. Padahal, istri Novel, Rina Emilda, hanya menjual pakaian muslim untuk perempuan secara daring.
Argo menuturkan sudah tiga sketsa wajah yang dibuat penyidik berdasarkan keterangan saksi. Sketsa pertama telah dirilis Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Negara pada Senin (31/7). Sketsa tersebut diduga sebagai wajah pria yang menggunakan sepeda motor di dekat sungai di area rumah Novel.
Saksi yang melihat pria pada sketsa pertama tersebut, kata Argo, juga sempat merevisi keterangannya. Pasalnya, saksi bernama Eko tersebut sempat terobsesi dengan wajah saksi AL yang sebelumnya sempat diamankan, namun dilepas karena tidak terbukti.
“Iya betul (sempat merevisi). Karena saat dia kembali dari masjid, dia mendahului, dia melihat ada orang asing tak dikenal berdiri di samping sungai. Dia menunduk di keadaan yang agak gelap. Saat kami tanyakan bagaimana sketsanya kan dia sudah melihat di beberapa gambar dan media wajahnya AL, dia terobesesi dengan gambar itu, jadi dia merevisi,” terang Argo.
Sketsa wajah lainnya ialah wajah seseorang yang dicurigai saksi di tempat wudhu di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading. Namun, sketsa tersebut belum di-crosscheck kepada saksi. “Yang satu (yang di tempat wudhu) belum ketemu saksi,” kata Argo.
Sketsa, kata Argo, akan diperba-nyak dan disebar ke masyarakat. Sejak sketsa pertama dirilis, ucap Argo, kepolisian belum menerima informasi dari masyarakat. “Saat ini baru mau diperbanyak sama penyidik. Nanti akan kami kirim ke polres dan disampaikan bahwa ada yang mengetahui seperti wajah-wajah yang kami sketsa itu,” katanya.
Argo menegaskan sosok yang ada di sketsa belum tentu pelaku penyerangan Novel. Namun, polisi tetap membutuhkan keterangan mereka untuk memastikan keterkaitan dengan penyerangan penyidik senior KPK tersebut.
Olah TKP lagi
Sementra itu, Kamis (3/8) malam, polisi kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang di sekitar rumah Novel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Menurut Argo, olah TKP ulang dilakukan untuk menganalisis kembali penyerangan yang menimpa Novel. Namun, ia enggan mengungkap hasil yang didapat penyidik dari kegiatan tersebut.
“Kami akan menganalisis kembali saksi-saksi dari kegiatan itu, karena yang mengetahui kejadian enggak ada. Nanti kami cocokkan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan bakal memfasilitasi kepolisian bila ingin memeriksa Novel di Singapura. “Jika akan memeriksa Novel di Singapura, KPK sudah menyatakan siap memfasilitasi,” kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak.
Menurutnya, selama ini pimpinan KPK sudah dua kali bertemu dan berkomunikasi dengan Kapolri terkait kasus Novel. KPK, juga sudah menggelontorkan data tentang Novel kepada kepolisian.
“KPK sudah membantu menyediakan data-data yang diperlukan penyidik mengenai kasus itu,” tukas Yuyuk.
Sebelumnya, Polri menyatakan bakal mengirim tim ke Singapura untuk meminta keterangan Novel.
“Supaya ini semakin jelas, kita ke sana mengambil keterangan dari Novel langsung,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto. (Mtvn/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved