Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

PKB bakal Agresif Lawan Kampanye Hitam

Ant/P-1
03/8/2017 06:33
PKB bakal Agresif Lawan Kampanye Hitam
(Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar -- MI/M Taufan SP Bustan)

KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyeru kepada seluruh kadernya di daerah penyelenggara Pilkada 2018 untuk bersikap agresif menanggapi berbagai kampanye hitam yang kerap ditujukan kepada partai.

“Sudah waktunya kader PKB bersikap lebih agresif dalam menghadapi setiap situasi yang ada,” kata Muhaimin di hadapan ratusan kader PKB peserta Musyawarah Wilayah IV Jawa Barat di Bekasi, kemarin.

Menurut Muhaimin, sikap pasif para kader juga pemimpin PKB baik di tingkat dewan pe­ngurus cabang maupun dewan pengurus wilayah terhadap serangan kampanye hitam ini sudah berlangsung sejak lama.

“Sejak akhir 1998, PKB sering kali difitnah dengan isu-isu ketidakislamian, bidah, dan lainnya. Derasnya tuduhan dan fitnah itu selama ini hanya disikapi dengan diam tanpa ada upaya melakukan klarifikasi dengan kebenaran yang sesungguhnya,” ujarnya.

Demikian pula saat akhir-akhir ini muncul tudingan Nahdlatul Ulama (NU) menerima dana hingga Rp1,5 triliun yang tidak terklarifikasi dengan baik.

“Tuduhan tidak benar itu semestinya diklarifikasi karena uang tersebut merupakan prog­ram kredit bagi masyarakat,” ujar Muhaimin.

Menurut dia, kampanye hitam seperti itu sudah seha­rusnya diserang balik dengan klarifikasi lewat sejumlah instrumen, salah satunya di media sosial. Perubahan sikap tersebut diyakini mampu membawa kebangkitan partai menuju posisi yang lebih baik lagi.

Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut menduga ketiadaan figur menonjol di kalangan kader merupakan salah satu akibat kekurangagresifan sikap yang ditunjukkan dalam berpolitik.

“Jika saja kader-kader serta ketua-ketua DPC punya sikap agresif tersebut, tentunya di ajang pilgub Jabar seperti ini sudah ada tokoh internal yang muncul dan punya daya jual untuk diusung. Bukan justru seperti sekarang, semua kandidat muncul dari luar partai dan kita hanya menjadi pendukung,” papar Muhaimin.

Dalam menanggapi seruan tersebut, Syaiful Hadi yang didapuk sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Jabar periode 2017-2022 mengaku siap menjalankan arahan ke­tua umum.
Menurut dia, salah satu penyebab tidak terciptanya agresivitas kader sesuai harapan tersebut ialah terlampau fokusnya perhatian pada suatu problem tertentu.

“Jadinya kurang kreatif, kurang agresif, dan itu yang akan kami ubah,” tandas Syaiful. (Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik