Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Perindo secara tiba-tiba mendukung Joko Widodo untuk Pemilihan Presiden 2019. Meski masih sebatas usulan, rencana itu cukup mengejutkan. Apalagi selama ini Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo selalu mengambil posisi berlawanan dengan Jokowi.
Langkah inilah yang dicurigai Partai NasDem. Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi berharap Hary Tanoe menyelesaikan kasus hukumnya dulu.
“Saya agak heran, kok cepat sekali berbalik. Tidak ada angin, tidak ada hujan, kok berbalik. Seperti angkot yang kekurangan penumpang ya, tiba-tiba berbalik saja dan akhirnya dia bolak-balik di jalan itu enggak tahu ke mana jalan,” kata Taufiq.
Taufiq mengatakan NasDem akan menyikapi manuver Hary Tanoe dengan hati-hati. Apalagi, Hary Tanoe sedang memiliki masalah hukum dan kini sudah menjadi tersangka.
Ternyata, sebelum Hary Tanoe menyatakan dukungan, dia sempat melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Soal pertemuan itu disampaikan langsung oleh Tjahjo. Dia mengatakan pertemuan itu berlangsung selama sekitar 5 jam.
“Saya semalam (1/8) 5 jam sama Pak Hary Tanoe. Tidak membicarakan itu (dukungan ke Jokowi) ya. Namun, kita mengevaluasi kinerja Pak Jokowi,” kata Tjahjo saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Tjahjo mengaku terkejut atas sikap Hary Tanoe, yang langsung mengumumkan ke media soal dukungannya terhadap Jokowi.
Lantas, apakah dukungan ini ada kaitannya dengan proses hukum yang dihadapi Hary Tanoe? “Enggak. Enggak ada barter-barteran,” katanya.
Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi mengingatkan bahwa partai politik yang bisa mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019 ialah partai yang pernah ikut Pemilu 2014, sesuai dengan UU Pemilu yang mensyaratkan angka presidential treshold 20%-25%.
“Itu artinya bahwa pengusung ialah parpol yang pernah ikut Pemilu 2014,” kata Baidowi.
Menurutnya, jika ketentuan PT belum dibatalkan, dukungan Perindo tidak tercatat di KPU sebagai pengusung. Anggota Komisi II DPR itu mengatakan PPP belum bisa mengukur seberapa kuat dukungan Jokowi pascasikap Perindo itu.
“PPP tetap mendukung Jokowi karena sudah menjadi keputusan mukernas” katanya. (Deo/Pol/Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved