Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Polisi Kejar Otak Pembakaran 7 Sekolah

Surya Sriyanti
02/8/2017 06:34
Polisi Kejar Otak Pembakaran 7 Sekolah
(Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat meninjau SDN1 Menteng dan SMK ISEI Kota Palangka Raya yang terbakar, Minggu (30/7). -- MI/Surya Sriyanti)

POLISI berhasil menang­kap dua orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran tiga dari tujuh sekolah dasar negeri (SDN) yang terbakar dalam sepekan ini di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Hingga berita ini diturun­kan tadi malam, aparat dilapor­kan tengah mengejar HG yang diduga sebagai otak pembakaran sekolah milik pemerintah itu.

Kepala Polda Kalteng Brig­jen Anang Revandoko saat jum­pa pers di Palangka Raya, ke­marin, menjelaskan tim Polda Kalteng berhasil menangkap SRY dan FA alias OG yang diduga sebagai pelaku pembakaran tiga sekolah.

Kedua pelaku mengaku telah membakar tiga sekolah, yaitu SDN 1 Langkai, SDN 4 Langkai, dan SDN 5 Langkai.

Menurut Kapolda, kedua orang yang be­kerja serabutan itu dalam beraksi menggunakan sejumlah cara, seperti memakai kain busa yang diberi minyak tanah lalu dibakar dan kemudian ditempatkan di ruang yang terbuat dari pa­pan yang mudah terbakar.

Cara lainnya ialah menggunakan bahan yang dikasih minyak dan dibakar, lalu menggunakan bambu untuk mendorongnya. Selain itu, mereka menggunakan botol minuman ­energi berisi minyak tanah yang kemudian dibakar dan dilempar ke tempat yang mudah terbakar.

“Keduanya mengaku disuruh HG yang sekarang masih kita kejar. Untuk aksi tersebut mereka baru dibayar Rp500 ribu yang kemudian dibelikan handphone,” papar Anang Revandoko.

Para tersangka dijerat Pasal 187 ayat (1) dan (2) KUHP de­ngan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Selain menangkap para pe­laku tersebut, polisi juga berhasil mengamankan satu orang lagi yang diduga mencuri laptop saat terjadi kebakaran di SDN 1 Langkai.

Sebelumnya, pada Jumat-Sabtu (21-22/7), dalam kurun 24 jam dilaporkan ada empat sekolah yang terbakar.

Pertama pada 21 Juli sekitar pukul 13.00 WIB, SDN 4 Menteng yang berlokasi di Jalan MH Thamrin terbakar.

Pada saat yang sama SDN 4 Langkai yang berlokasi di Jalan AIS Nasution juga ter­bakar.

Sabtu (22/7) dini hari pukul 02.00 WIB giliran SDN 1 Langkai yang berlokasi di Ja­lan Wahidin Sudirohusodo terbakar. Terpaut 1 jam kemudian SDN 5 Lang­kai yang berlokasi sama juga turut terbakar.

Berselang tujuh hari, pada Sabtu (29/7) sekitar pukul 18.15 WIB, kebakaran juga melanda rumah penjaga sekolah di SDN 8 Palangka dan terakhir pada Minggu (30/7) dini hari pukul 03.00 WIB, dua sekolah, yaitu SDN 1 Menteng dan SMK milik Yayasan ISEI di Jalan Yos Sudarso, juga ludes terbakar.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR Asdi Narang mengaku telah berkomunikasi dan meminta langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebu­dayaan Muhadjir Effendy agar membantu membangun kembali tujuh SD dan satu SMK di Palangka Raya yang terbakar.

“Mendikbud telah meres­pons dan akan mengutus peja­bat untuk melihat langsung kondisi sekolah yang terbakar tersebut,” kata Asdi Narang, ke­marin, seusai memantau kondisi SD Negeri 1 Menteng Ko­ta Palangka Raya dan SD Negeri 5 Langkai yang terbakar beberapa waktu lalu.

“Saya memang menyampaikan kepada Mendikbud, kalau tidak segera dibangun, kasih­an anak-anak SD terganggu proses belajarnya. Sekarang saja anak-anak ha­rus menumpang di sekolah lain dan belajar secara ber­gan­­tian,” ujar dia lagi. (Ant/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik