Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
ASENG, pengendali penyelundupan 1,2 juta buktir ekstasi, ditengarai menjalankan bisnis haramnya dengan menggunakan e-mail dari LP Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam rilis barang bukti 1,2 juta ekstasi di Mabes Polri, Jakarta, kemarin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya menangkap tiga orang dan menembak mati satu pelaku. Mereka beroperasi atas kendali Aseng yang kini mendekam di LP Nusa Kambangan. “Fakta yang kami temukan, terpidana yang di LP masih mampu beroperasi dan mengendalikan jaringan di luar LP,” kata Tito.
Polri, imbuh Kapolri, akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk menindaklanjuti perkara tersebut. “Kami berkoordinasi dengan Menkum dan HAM nanti, menyampaikan info ini dalam rangka evaluasi. Kami akan proses hukum yang bersangkutan. Meski sudah divonis 15 tahun dalam kasus lama, tetap kami proses untuk kasus baru. Ancamannya hukuman mati,” jelas Tito.
Menurut Tito, 1,2 juta butir ekstasi yang disita merupakan jumlah yang fantastis. Paket ekstasi dikemas dalam 120 bungkus dengan berat 2,2 kg setiap bungkus. Jika ditotal, nilai barang laknat itu mencapai Rp600 miliar dan bisa meracuni 2 juta orang lebih.
Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan Aseng alias Junsenko merupakan terpidana kasus narkoba pada 2014 yang ditangani Polda Metro Jaya. Untuk menjalankan bisnis haramnya, dia berkomunikasi dengan sindikat di Eropa ataupun kurir di Indonesia menggunakan surat elektronik (e-mail).
“Itu metode baru. E-mail itu enggak pakai kartu (SIM card), yang penting wifi-nya, itu bisa. Ini harus kita antisipasi ke depan,” tutur Eko.
Ekstasi yang diselundupkan dari Belanda tersebut berjenis minion. Sesuai dengan namanya, pil gedek itu berbentuk karakter kartun di film Despicable Me, Minion, dan akan diedarkan ke tempat hiburan malam di Jakarta dan Surabaya.
Dari pemetaan, tutur Eko, wilayah seperti Asahan, Riau, Tanjung Pinang, dan Bengkalis rawan menjadi jalur penyelundupan narkoba ke Indonesia.
“Semua yang ada di ujung sudah antisipasi, mulai dari pesisir pantai Aceh.”
Sebelumnya, Polri sukses menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu senilai sekitar Rp2 triliun di Serang, Banten, oleh sindikat Taiwan. Sabu itu berasal dari Tiongkok. (Mal/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved