Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Tim Independen Hindari Konflik Kepentingan

Dero Iqbal Mahendra
31/7/2017 07:42
Tim Independen Hindari Konflik Kepentingan
(Grafis/Caksono)

PRESIDEN Joko Widodo akan meminta penjelasan secara langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hari ini, terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hingga kini belum menemui titik terang.

“Sudah saya sampaikan ke Kapolri, besok (hari ini) mau menghadap. Saya belum bisa sampaikan,” kata Presiden di Jakarta, kemarin.

Presiden meminta laporan Kapolri setelah kasus Novel tak kunjung menemukan pelaku. Padahal, itu sudah lebih 100 hari sejak penyerangan. Sejumlah pihak juga mendesak pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Permintaan pembentukan TPF tersebut juga dilontarkan Novel. Novel pesimistis kepolisian berani mengungkap kasusnya tersebut.

Direktur Advokasi Pusat Kajian Hukum Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, memandang pembentukan tim independen itu harus dilakukan. “Lebih baik Presiden bentuk tim independen. Kasus ini sudah terkatung-katung cukup lama dengan tiada progres yang berarti,” ungkap Oce.

Tim tersebut harus dibentuk Presiden melalui keppres sehingga dalam menjalankan tugasnya tim independen tersebut akan bertanggung jawab kepada Presiden secara langsung.

Tim itu nantinya harus dibentuk dengan melibatkan berbagai pihak penegak hukum, misalnya saja gabungan dari pihak Polri, KPK, dan juga kepala staf kepresidenan (KSP) dari pihak istana. Ia memandang, dengan adanya tim independen tersebut diyakini kinerja pengungkapan kasus penyerangan itu akan berjalan lebih cepat sebab tim bekerja dengan waktu yang terbatas.

Selain itu, dengan adanya pemisahan tersendiri berupa tim independen, hal tersebut akan menghindarkan konflik kepentingan. “Diduga, ada petinggi polisi yang terlibat. Maka untuk menelusuri kebenaran info dari Novel tersebut dibutuhkan tim pencari fakta independen agar lebih objektif,” jelas Oce.

Percaya Polri
Dalam kesempatan yang berbeda, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan terkait dengan penanganan kasus penyerangan Novel Baswedan pihaknya masih terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kapolri.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan pihaknya masih percaya dengan Polri untuk dapat mengungkap kasus penyerangan tersebut. Hingga saat ini KPK masih memasok informasi-informasi yang dibutuhkan kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Wakil Kepala Polri Komi­saris Jenderal Syafruddin mengaku optimistis pihak kepolisian mampu menuntaskan kasus ini. Menurutnya, Polri dan KPK bersiner­gi sangat baik dalam menangani kasus Novel. “Sudah bergabung (Polri dan KPK), ini tim semiindependen. Bikin sketsa wajah,” kata Syafruddin.

Menurutnya, ada fakta baru yang didapat tim untuk mengungkap pelaku. Namun, ia enggan menyampaikan kepada wartawan. “Jangan dulu, nanti. Yang jelas langkah-langkah sudah progresif,” tuturnya.

Ia pun mengklaim belum ada fakta terkait dengan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyerangan Novel. “Tidak itu, belum ada. Bukan Novel yang mengatakan, melainkan informasi yang dia terima. Bukan pernyataan dari dia,” katanya. (Nic/Nur/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik