Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKJEN Partai Perindo Ahmad Rofiq memastikan partainya akan ambil bagian dalam Pemilu Presiden 2019. Namun, Perindo belum bisa memutuskan apakah akan ikut mengusung dan mendukung Presiden Joko Widodo atau tidak.
“Kita akan punya sikap kepada siapa kita akan memberikan dukungan. Perindo pasti ikut ambil bagian di dalam pencapresan. Tidak mungkin kita diam. Kalau Perindo enggak bersikap, buat apa jadi partai politik,” katanya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Perindo tidak bisa gegabah menentukan kandidat yang akan didukung karena ada kriteria yang harus dipenuhi. Calon tersebut harus memiliki akseptabilitas tinggi, kemampuan dan daya dukung yang besar dari rakyat, serta memiliki jiwa pengabdian terhadap bangsa.
Ia menambahkan persyaratan pengusungan calon presiden dan calon wakil presiden yang harus memenuhi 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional pemilu legislatif sudah menjadi perhatian Perindo.
Perindo, sambung Ahmad, sudah siap diverifikasi KPU. Ia bahkan menilai persyaratan yang disiapkan Perindo sudah melebihi persyaratan dalam UU. “Kami siap diverifikasi kapan pun. Perindo akan lolos dalam verifikasi partai politik,” ucapnya.
Di lain pihak, Sekjen Partai Idaman Ramdansyah menyatakan pihaknya tengah fokus mempersiapkan verifikasi partai politik baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Partai yang dimotori ‘Raja Dangdut’ Rhoma Irama itu tidak ingin sekadar menjadi penonton di 2019.
“Secara kuantitatif kita tingkatkan, begitu juga secara kualitatif. Setelah lolos verifikasi, kami siap berkoalisi dengan partai yang seideologi, satu pemahaman, dan punya program yang sama,” kata Ramdansyah.
Pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti menyakini partai baru tidak akan hanya menjadi penonton di 2019 meski tidak bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden.
“Bagaimanapun juga mereka punya basis pemilih. Jadi sedikit banyak, partai-partai ini memiliki daya tawar terhadap partai-partai pengusung calon presiden, dan begitu juga sebaliknya,” ujar Ray.
Menurut Ray, keberadaan partai-partai baru juga diperlukan partai-partai pengusung. Apalagi, jika Pemilu Presiden 2019 kompetitif. “Mereka bisa juga jadi penentu,” pungkasnya. (Nur/Nov/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved