Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KUASA hukum Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan pihaknya akan mengedepankan dialog dalam mengupayakan rekonsiliasi dengan pemerintah.
Namun, menurut Kapitra, ancaman revolusi yang dilontarkan Rizieq jika rekonsiliasi tidak tercapai bukan penyataan main-main.
"Ini (pernyataan) serius. Tapi, kita kedepankan dialog. Apa yang kita lakukan selama ini menyampaikan aspirasi. Bukan makar atau agenda-agenda politik untuk perebutan kekuasaan. Jadi sudah sepantasnya rekonsiliasi atau konsolidasi nasional dilakukan," ujar Kapitra saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Rabu (5/7).
Seperti diberitakan, Rizieq yang saat ini masih berada di Arab Saudi mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah. Rizieq meminta pemerintah menghentikan perkara yang menjerat para ulama dan aktivis sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi.
"Tak ada pilihan lain bagi rakyat dan bangsa Indonesia kecuali revolusi (jika rekonsiliasi gagal)," ujar Rizieq melalui rekaman suara yang disebarkan Juru Bicara FPI Slamet Maarif.
Rizieq saat ini merupakan buron polisi dalam kasus pornografi. Menurut Kapitra, Rizieq siap pulang ke Tanah Air dan menghadapi kasus hukum yang menimpanya. Namun, ia enggan menyebut kapan Rizieq bakal pulang.
"Segera. Insya Allah pulang," imbuh juru bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu.
Ketika ditanya apakah FPI dan GNPF-MUI akan menggelar aksi unjuk rasa besar demi menggolkan rekonsiliasi, Kapitra mengatakan, opsi tersebut belum muncul. "Belum kita pikirkan karena ini masih berlangsung. Kita tetap bangun komunikasi dan maksimalkan dialog," ujarnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved