Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Polri Usut Aksi Provokasi Bendera ISIS

MIOL/Ant
05/7/2017 09:52
Polri Usut Aksi Provokasi Bendera ISIS
(Kapolri Jenderal Tito Karnavian -- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

KEPOLISIAN memastikan akan terus mengusut sampai tuntas tindakan provokasi pemasangan atribut yang diduga berkaitan dengan gerakan ISIS di depan Markas Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada Selasa (4/7) pagi.

"Saya pikir kita jangan negative thinking dulu bahwa itu adalah serangan teror. Belum tentu. Bisa betul dari kelompok itu, bisa dari kelompok pihak ketiga yang suka kalau suasana ramai-ramai (gaduh)," kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (5/7).

Kapolri berada di Lanud Halim untuk mengantar Presiden Joko Widodo yang melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman. Menurut Tito, pihak mana pun dapat melakukan tindakan provokasi tersebut sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Kapolri menjelaskan tujuan pelaku adalah keributan di masyarakat karena kepanikan tersebut. "Tidak perlu menjadi panik, karena kepanikan itu yang diharapkan oleh pelaku teror. Teror itu bukan untuk membunuh orangnya," ujar Tito yang menambahkan pelaku teror butuh media untuk menyebarkan kepanikan di masyarakat.

Tito juga menyampaikan kepada jajarannya untuk melakukan koordinasi internal jika ada provokasi seperti itu. "Oleh karena itu kalau ada yang seperti itu, sebaiknya kita amankan, tidak
perlu dibesarkan di media. Tapi tetap kita selidiki dan kita cari siapa yang meletakan di situ. Sekali lagi, bisa itu teroris, bisa juga pihak ketiga yang ingin memperkeruh situasi," jelas Tito.

Kapolri juga menjelaskan institusinya terus melakukan pengamanan, baik di markas maupun masing-masing anggota kepolisian. "Yang jelas serahkan kepada kita, kepolisian, untuk melakukan penyelidikan," tegas Tito.

Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya masih memburu pelaku yang memasang atribut bendera ISIS dan sehelai kertas bertuliskan ancaman terhadap Polri dan TNI. Polda memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi termasuk anggota kepolisian yang pertama menemukan atribut dan kertas berisi ancaman tersebut serta menganalisa kamera tersembunyi yang merekam peristiwa yang terjadi pada sekitar pukul 05.30 WIB.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik