Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Baznas Siapkan Strategi Kebangkitan Zakat

Syarief Oebaidillah
10/5/2016 20:18
Baznas Siapkan Strategi Kebangkitan Zakat
(MI/SUSANTO)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) merumuskan strategi kebangkitan zakat secara nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Selasa (10/5).

Baznas merumuskan kebangkitan zakat sebagai instrumen penting untuk mengatasi kesenjangan sosial yang mencapai angka tertinggi belakangan ini. Ketua Umum Baznas Bambang Sudibyo mengatakan indeks rasio kini sudah mencapai angka 0,40 sejak 2010 melampaui ambang batas kewajaran nasional. Ini artinya, satu persen golongan terkaya menguasai 40 persen kekayaan nasional.

“Kesenjangan adalah sunnatullah, tetapi perlu dikendaliekonomir tidak ekstrim dan menimbulkan masalah sosial. Indonesia perlu belajar dari Jerman, Australia, Korsel, Taiwan, dan Perancis yang bisa maju dengan kesenjangan relatif wajar,” ujarnya.

Bambang yang mantan Menteri Keuangan menyatakan zakat jika dikelola dengan baik akan menjadi pilar penting ekonomi umat dalam memoderasikan kesenjangan sosial. Ia menjelaskan hasil penelitian kerjasama Baznas-IPB yang didasarkan pada Produk Domestik Bruto(PDB) 2010, potensi zakat di Indonesia Rp217 triliun Jika diekstrapolasikan dengan mempertimbangkan zakat yang bisa dihimpun pada 2015, perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional tahun-tahun sesudahnya maka potensi pada 2015 sudah mencapai Rp286 trilun. Jika zakat perusahaan swasta dan BUMN dikeluarkan, potensi zakat 2015 menjadi 131,4 triliun.

Namun, Guru Besar UGM ini menyatakan zakat masih merupakan rukun Islam yang terabaikan.Padahal dalam Al-qur’an perintah mendirikan sholat hampir selalu diiringi dengan perintah menunaikan zakat, contohnya surat Al-Ma’un mengecam keras salat yang tidak berbuah kesalihan sosial.

Dikatakan, Rakornas yang diikuti Pimpinan BAZNAS provinsi se-Indonesia itu akan membahas strategi penghimpunan zakat, strategi pendistribusian dan pendayagunaan zakat serta pemaparan mengenai Kebijakan Kementerian Agama tentang Pengembangan Zakat Nasional.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin saat sambutan Rakornas Baznas menyatakan penyadaran pentingnya berzakat harus terus digelorakan sebab potensi dana zakat amat strategis berkontribusi menyejahterakan dan memberdayakan umat Islam. Ia mengaku perihatin bahwa sebagian besar negara Islam yang memiliki kekayaan sumber daya alam kini 70 persen berada dalam kemiskinan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya