Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Mobil listrik semakin populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Alasannya sederhana: ramah lingkungan, biaya operasional lebih murah, dan teknologi canggih. Salah satu model terbaru yang menarik perhatian adalah XPENG X9, sebuah MPV listrik premium dengan berbagai fitur unggulan.
Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga lebih bersih dibandingkan mobil bensin atau diesel. Hal ini membantu mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan.
Motor listrik menghasilkan torsi maksimum sejak awal. Hasilnya, akselerasi lebih responsif dan halus dibandingkan mesin pembakaran konvensional.
Tanpa suara mesin bising, mobil listrik memberikan pengalaman berkendara yang tenang dan minim getaran.
Sebagian besar mobil listrik sudah dilengkapi fitur pintar seperti sistem bantuan pengemudi, konektivitas internet, hingga update software OTA.
XPENG X9 dirancang dengan gaya “starship-inspired” yang futuristik. Koefisien hambatan udaranya hanya 0,227 Cd, sangat rendah untuk ukuran MPV besar. Artinya, mobil ini lebih hemat energi saat melaju.
Dengan pilihan baterai besar, X9 mampu menempuh hingga 702 km (CLTC). Menariknya, teknologi fast charging memungkinkan menambah jarak 330 km hanya dalam 10 menit pengisian.
Dibekali suspensi udara dual chamber yang bisa disesuaikan hingga ± 90 mm. Hasilnya, mobil tetap nyaman di berbagai kondisi jalan dan lebih mudah bermanuver meski berukuran besar.
XPENG X9 dijual dengan harga mulai dari Rp990 juta hingga Rp1,099 miliar. Rencananya, mobil ini juga akan dirakit secara lokal (CKD) untuk mendukung layanan purna jual dan menekan biaya.
XPENG X9 yang didistribusikan oleh Erajaya Active Lifestyle (ERAL) semakin mengukuhkan posisinya di pasar mobil listrik premium. Pada ajang Carvaganza Editors’ Choice (CEC) 2025, X9 berhasil meraih penghargaan Best Luxury Electric Car Award, mengalahkan Denza D9 dan Kia EV9 GT Line.
Capaian ini bukan hanya meningkatkan reputasi XPENG di Indonesia, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan ERAL. Hingga pertengahan 2025, pemesanan X9 telah menembus lebih dari 800 unit, mendekati target tahunan sebesar 1.100 unit.
Selain itu, ERAL juga mulai melakukan perakitan lokal di Purwakarta serta membuka showroom flagship di Jakarta Barat, menunjukkan komitmen memperluas jaringan dan layanan purna jual.
Menurut Laras Nadira, Analis Bahana Sekuritas, “Manajemen mengungkapkan bahwa 360 unit berhasil diamankan melalui vehicle purchase agreements di GIIAS 2025, di luar 75 unit yang sudah terjual hingga Juli. ERAL berada di jalur yang tepat untuk mencapai target penjualan 1.000–1.100 unit. Dengan asumsi 1.000 unit, kontribusi penjualan diperkirakan mencapai Rp638–794 miliar pada FY25.”
Ia menambahkan, “Manajemen menargetkan margin kotor XPENG bisa berada di atas rata-rata industri, yakni di kisaran 18 sampai 19% pada 2025. Target ini memang ambisius, tapi harga premium model X9 dapat menjadi penopang margin.” (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved