Minggu 19 Desember 2021, 12:00 WIB

VW Memprediksi Produksi Mobil pada 2022 Bakal Berkurang

Mediaindonesia.com | Otomotif
VW Memprediksi Produksi Mobil pada 2022 Bakal Berkurang

europe.autonews.com
vw

 

Pabrikan otomotif Jerman Volkswagen mengatakan perusahaan akan memproduksi lebih sedikit mobil pada tahun 2022 daripada tahun ini karena masalah pasokan semikonduktor (chip) yang sedang berlangsung.

Hal tersebut diungkapkan melalui laporan dari Manager Magazin Jerman.

Produsen mobil, yang mengurangi perkiraannya untuk pengiriman kendaraan 2021 pekan lalu menjadi 9 juta dari 9,3 juta, sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa kekurangan chip saat ini dapat berlangsung setidaknya hingga awal 2023, kata laporan itu, dikutip dari Reuters, Minggu.

Dalam skenario terburuk, pengiriman bisa turun menjadi 8 juta mobil tahun depan. Bahkan jika semuanya berjalan relatif baik, pengiriman bisa sedikit di bawah tahun ini, kata laporan itu.

Volkswagen menolak mengomentari laporan tersebut, menyatakan pihaknya memperkirakan sedikit pelonggaran situasi pasokan pada 2022, tapi, paruh pertama tahun ini akan tetap sangat tidak stabil.

Pembuat mobil lain termasuk BMW dan Daimler mengatakan mereka memperkirakan masalah chip akan berlanjut hingga 2022, dengan BMW mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa mereka tidak mengharapkan krisis mereda hingga paruh kedua tahun depan.

Baik membeli chip komputer langsung dari produsen, mengkonfigurasi ulang mobil, atau memproduksinya dengan suku cadang yang hilang, banyak pembuat mobil menjadi kreatif untuk mengatasi kekurangan global yang diperkirakan akan berkurang pada awal tahun depan.

Audi Volkswagen, yang bersama Skoda memperpanjang liburan Natal hingga 10 Januari karena hambatan pasokan, mengatakan pihaknya memperkirakan situasi akan berlanjut selama "berbulan-bulan."

"Kami berharap akan disibukkan dengan krisis ini selama berbulan-bulan di tahun mendatang," kata seorang juru bicara. "Kelangkaannya bisa berlangsung lebih lama lagi."

Porsche, yang juga dimiliki oleh Volkswagen, mengatakan pada bulan November krisis menyoroti kebutuhan pembuat mobil untuk mengambil produksi ke tangan mereka sendiri.

"Siapa pun yang percaya krisis chip akan mereda tahun depan, keliru," kata CEO Oliver Blume kepada Boersen-Zeitung dari Jerman. (Ant/OL-12)

Baca Juga

CHARGED

Charged Ajak Media Kunjungi Pabrik Perakitan Motor Listriknya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 22:49 WIB
Sebagai fasilitas perakitan kendaraan bebas emisi, Giga Shed juga beroperasi menggunakan sumber listrik yang sepenuhnya berasal dari energi...
HMID

Creta dan Stargazer Dominasi Penjualan Hyundai di Indonesia

👤RO 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:50 WIB
Pada periode Januari - Oktober 2022 total penjualan ritel Hyundai mencapai 24.253 unit, atau meningkat lebih dari sepuluh kali lipat...
SUBARU INDONESIA

Subaru, Urban Sneakers Society dan RawType-Riot Jalin Kolaborasi

👤RO 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:23 WIB
Kerjasama ini adalah inisiasi Subaru untuk nostalgia masa keemasan dunia Rally melalui item fashion tahun 90an bersama Urban Sneakers...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya