JANGANKAN mempertahankan gelar Liga Primer, masuk empat besar di akhir musim nanti rasanya juga tak mungkin lagi bagi Chelsea. Setidaknya itulah yang diakui pelatih Jose Mourinho seusai timnya kalah 0-1 dari tim papan bawah Bournemouth di Stamford Bridge, kemarin.
Gol Glenn Murray 8 menit sebelum bubaran membawa Chelsea menelan kekalahan kedua dalam empat laga terakhir di liga lokal. Chelsea kini terjerembap di posisi 14 dengan koleksi poin 15, atau hanya selisih dua dengan Bournemouth di peringkat 17. "Kami telah merevisi target (dari juara) menjadi empat besar. Tapi sekarang mungkin kami harus memikirkan enam besar saja," tandas Mourinho.
Meski musim kompetisi masih menyisakan 21 laga, Mourinho merasa tidak mungkin menikung tim di posisi empat yang kini diduduki Manchester United dengan 14 poin lebih banyak. Bahkan, Chelsea kini lebih dekat ke jurang degradasi dengan jarak tiga poin.
"Tentu saya khawatir dengan kondisi ini, tapi tidak mungkin skuat sekelas kami bertarung di zona degradasi," imbuhnya.
Mourinho sama sekali tidak ingin membahas gol Murray yang berbau offside. Ia justru mengkritik keputusan wasit Michael Jones yang tidak memberikan penalti kepada timnya saat Diego Costa ditekel bek the Cherries.
"Kami tidak layak kalah karena setelah jeda lawan hanya bertahan, tapi justru mampu mencuri gol. Ada juga momen ketika wasit membuat kesalahan," sindirnya.
Dengan hasil buruk itu, posisi Mourinho sebagai juru taktik the Blues kembali dipertanyakan. Pasalnya, kekalahan tersebut merupakan yang kedelapan kali dalam 15 partai Liga Primer.
Pimpin klasemen Sementara Chelsea berjuang keluar dari kubangan, Leicester City melesat ke puncak klasemen setelah membantai Swansea City 3-0. Riyad Mahrez menjadi pemborong tiga gol the Foxes lewat gol pada menit 5, 22, dan 67.
Leicester merajai tabel pekan ke-15 dengan 32 poin. Kesuksesan itu tidak lepas dari kegagalan duo Manchester, United dan City, untuk meraih angka penuh. United ditahan 0-0 West Ham, sedangkan City dibekap Stoke 0-2. Dengan poin 29, City menempati peringkat tiga, sedangkan United di posisi empat. Posisi dua ditempati Arsenal yang menang 3-1 atas Sunderland dengan poin 30.
Pelatih Leicester Claudio Ranieri tidak terlalu bangga dengan fakta tim asuhannya kini memimpin.
"Kami bermain kompak, mencetak tiga gol dan tidak kebobolan. Itu yang membuat saya bahagia, bukan karena posisi puncak," kilah Ranieri.
Sayangnya, pertandingan itu menyudahi rekor gol beruntun gelandang serang Leicester Jamie Vardy yang pekan lalu mencapai angka 11. Striker Inggris itu mengalahkan Ruud van Nistelrooy yang selalu mencetak gol dalam 10 laga, tapi ini justru dipuji Ranieri. "Dia (Vardy) punya kesempatan mencetak gol, tapi kami selalu menekankan tim ialah yang utama," imbuhnya.
Ranieri juga tidak ingin jemawa. Pasalnya, mereka sudah ditunggu partai-partai akbar kontra Chelsea, Everton, Liverpool, dan Manchester City sehingga Ranieri sadar mereka bisa jatuh kapan saja. (AFP/AP/R-1)